Rabu, 05 April 2017

Cara Menanam Bibit Aren di Lahan Gambut



Sejatinya, aren masih berkerabat dekat dengan kelapa sawit dan rumbia atau pohon sagu. Tetapi jika diperhatikan, secara fisik aren lebih dekat dengan rumbia.

Sebagaimana rumbia, aren juga dikenal adaptif terhadap lingkungan yang basah berair. Aren biasa tumbuh di tepian rawa-rawa, di persawahan non intensif, mau pun di lembah-lembah tepian sungai yang selalu basah di musim hujan.
Bila hendak menanam aren pada lahan gambut, maka yang penting diperhatikan adalah derajat keasaman (ph) tanah dan level tertinggi air pada musim air besar. Aren dapat tumbuh pada ph tanah 5 sd. 8. Adapun ph optimalnya adalah 6 sd. 7. Jika tanah lahan kebun ph-nya kurang dari 6, maka dibutuhkan usaha menaikan ph tanah, antara lain dengan pengapuran, misalnya dengan dolomit atau pun kaptan. Sebagai acuan dasar, untuk menaikkan ph satu digit, maka dibutuhkan dolomit sebanyak 3 ton/hektar lahan/tahun. Aplikasi per 3 bulan sebanyak 750 kg per ha. Ph tanah dapat diukur dengan ph meter atau dengan kertas lakmus.

Untuk mengetahui level tertinggi air di lahan gambut kita, maka lakukan pengukuran ketinggian air pada lahan, sesaat setelah hujan deras berhenti , waktunya di pertengahan musim penghujan. Tancapkan kayu yang aman lalu berilah tanda ketinggian level air dengan cat atau ikatan tali yang tahan cuaca.

Pada lahan gambut, penanaman aren dilakukan di awal musim kemarau. Atau saat air sudah surut. Setelah selesai pemancangan untuk mengatur jarak tanam, gali lubang ukuran 30x30x30 cm. Jarak tanam 4x7 untuk aren genjah dan 3x10 untuk aren dalam. Aduk bahan galian dengan 200 gram dolomit, 3 kg pukan matang dan 150 gram pupuk rock phosphat atau TSP. Lalu semprot media tanam itu dengan larutan EM4 dosis 3 cc per liter air secara merata. Masukkan kembali media ke dalam lubang, lalu dibiarkan selama seminggu. Akan lebih baik jika ada hujan dalam waktu seminggu itu.  

Setelah lewat seminggu, lakukan penanaman bibit aren yang telah disiapkan. Jangan lupa membuang polibagnya. Level atas bola tanah bibit setara dengan level permukaan lahan. Baik juga jika dibuat sistim rorak atau lembah tangkapan air sekedar sedalam 6 cm. Lalu padatkan tanah sekedarnya agar tanaman tidak miring atau tumbang.
Bibit yang dipakai minimal sudah berumur 10 bulan dengan ketinggian 50-60 cm. Ukuran polibagnya minimal 18x23 cm. Bibit yang dipakai haruslah yang sudah terbiasa terpapar sinar matahari secara langsung. Biasanya bibit aren yang begini, warna daunnya hijau agak kekuningan. Bibit sebaiknya juga sudah mengalami proses aklimatisasi : bibit disusun di dekat lahan tanam selama seminggu dan disiram tiap sore hari. 
Perhatikan tanda level air yang dulu dibuat. Level itu tidak boleh lebih tinggi dari level helai daun paling bawah. 

Jika ternyata level air lebih tinggi, maka wajib dibuatkan pemungguhan. Atau mengunakan bibit aren yang lebih besar. Aren tidak mengapa terendam sementara batangnya, tetapi tidak boleh terendam daunnya.  Untuk lebih amannya, tentu sebaiknya dilakukan pemungguhan hingga level puncak media pungguhan  setara dengan level air saat musim air puncak. Media  pungguhan tidak perlu terlalu besar. Diameter puncaknya cukup 50 cm jika ketinggian pungguhan 25 cm. Jika ketinggian pungguhan 50 cm, maka sebaiknya diameter puncak pungguhan adalah 75 cm.

Apabila penanaman bibit aren harus mengunakan pemunguhan, maka langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut : pemancangan – pemungguhan – pelubangan – pengadukan media tanam dengan dolomit, pukan dan TSP – aplikasi EM4, memasukkan kembali ke lubang dan pembiaran seminggu – penanaman.
Pada lahan gambut daerah pesisir, sebaiknya dibuat kanal pengatur aliran air secukupnya. Akan lebih baik jika kanal itu berpintu air, sehingga intrusi air laut dapat dicegah.
Pada lahan yang tidak dapat dihindarkan dari genangan air pasang laut, penanaman aren kurang dianjurkan.
Aplikasi dolomit dilakukan setiap 3 bulan hingga ph tanah menjadi normal. Aplikasi bakteri pengurai (EM4 dan merk lainnya) dilakukan setiap 3 bulan. Disemprotkan di bawah tajuk daun dan sekitarnya. Ini baik untuk membantu proses penguraian bahan organik yang belum terurai sempurna. Akan lebih baik jika dilakukan penyuntikan tanah dengan bakteri pengurai. Empat titik di sekitar piringan tanam ditusuk dgn pipa besi runcing lalu larutan pengurai disemprotkan sambil pipa diangkat. Dengan demikian proses penguraian bahan organik pada lahan gambut akan lebih dipercepat.
.
Untuk tabel pemupukan dan perawatan selanjutnya, sama dengan penanaman aren di lahan bukan gambut. Dan itu sudah penulis uraikan di tulisan yang lain di blog ini. 





7 komentar:

SANGAT PENTING : JAGA JARAK TANAM !

Dalam dunia pertanian, jarak tanam yang optimal itu sangatlah penting. Karena, jika kita menanam terlalu rapat, maka tanaman akan menderita,...