Selasa, 04 April 2017

Buku Kecil Panduan Budidaya Aren

Buku Kecil Panduan Budidaya Aren
oleh : Muhammad Isnaini (Bang Pilot)
HP.0813 7000 8997.

    (Medan Bisnis Daily)

 Aren (arenga pinnata merr) telah berabad-abad dikenal dan dimanfaatkan oleh umat manusia.  Aren atau enau termasuk tumbuhan suku palma atau pinang-pinangan, bersama tumbuhan rumbia, nipah, pinang. nibung, siwalan, caryote, sawit, kurma, canary, dll.

Aren menghasilkan air nira yang berasal dari mayang atau tandan buahnya yang disadap. Air nira sendiri dapat diolah menjadi gula aren, gula semut, minuman segar, gula sirup, bio ethanol, methanol industri, alkohol farmasi,  dan tuak atau sopi. Selain itu, aren juga menghasilkan buah yang biasanya diolah menjadi kolang-kaling atau bargat. Produk lain dari pohon aren adalah ijuk, lidi dan sagu. Kayunya bisa dimanfaatkan mulai dari menjadi bahan bangunan sederhana hingga menjadi bahan pembuatan furniture yang mahal harganya. Akar dan daunnya juga dapat dimanfaatkan sebagai obat.

Sayang, sampai saat ini masih sedikit orang yang mau membudidayakan pohon aren. Kebanyakan pohon aren yang ada adalah pohon yang tumbuh liar. Menyebar dengan bantuan air dan hewan musang. Padahal, aren sangatlah ekonomis dan menguntungkan bila dibudidayakan secara intensif.

Orang jarang mau membudidayakan aren karena melihat pohon aren yang tumbuh liar di alam baru bisa berproduksi setelah berumur 10-12 tahun. Padahal bila ditanam dan dirawat dengan baik, aren dapat mulai berproduksi pada umur 7-8 tahun saja.

Secara umum, aren produksi dibagi menjadi tiga jenis. Aren genjah, aren dalam dan aren tinggi. Persilangan aren genjah dengan aren dalam bisa menghasilkan aren sadang. Kekurangan dan kelebihan masing-masing jenis sudah penulis paparkan pada tulisan sebelumnya. Penulis sendiri menanam aren jenis dalam, berdasarkan pertimbangan ekonomis.

Di Tawau, Malaysia, aren telah dikebunkan secara profesional dan menghasilkan methanol for industry, ethanol fuel grade dan alcohol pharmacy grade. Di Indonesia, perkebunan aren secara tradisional banyak didapati di sekitar daerah Kotanopan, Sumatera Utara, dan di sekitar Panyabungan, juga di Sumatera Utara. Selain itu, di daerah Masarang, Sulawesi Utara, aren sudah dikebunkan secara intensif. Di daerah Rumbai, Kampar dan Bagan Batu, prvinsi Riau, juga dapat ditemukan perkebunan aren dalam skala yang tidak terlalu luas. 

Menurut perhitungan kami, bila dibudidayakan dengan baik, dalam rentang waktu 15 tahun, maka aren dapat menghasilkan uang 8-10 kali lebih banyak dibanding tanaman kelapa sawit atau karet.

Saat berproduksi, satu pohon kelapa sawit akan menghasilkan uang rerata Rp.525/pohon/hari. Sementara itu aren menghasilkan uang rerata Rp.10.000/pohon/hari. Semua angka sudah dipotong biaya panen dan pasca panen, namun belum dipotong biaya produksi lain. Untuk sawit dan aren, biaya produksi relatif tak beda jauh. Produksi akhir yang dijual adalah TBS dan gula aren. Bila produk akhir berupa gula semut, maka nilai tambahnya akan cukup besar, mengingat harga gula semut (brown sugar) lebih mahal dibanding harga gula aren gelondongan.  

***
Aren dapat tumbuh dengan baik di ketinggian 3-1.700 mdpl. Level idealnya ada di 400-1500 mdpl. Aren akan menghasilkan nira yang banyak di daerah yang siang hari cuaca agak panas sementara dimalam hari hawanya dingin. Selain cuaca, faktor yang mempengaruhi banyaknya air nira adalah perawatan dan pemupukan, salinitas, ketersediaan air tanah, bibit, dan yang paling penting adalah perlakuan manusia. Bila manusia memotong pelepah daun aren terlalu banyak sehingga daun yang tinggal hanya sedikit, maka produksi nira akan merosot tajam. Satu hal yang menarik adalah bahwa semakin tinggi level permukaan tanah dari permukaan laut, maka akan semakin banyak air nira sadapan, namun semakin rendah kandungan padat terlarutnya (rendemen). Di dataran rendah, umumnya sebatang aren yang disadap akan menghasilkan 10 liter nira dengan rendemen gula 13-15 persen. Sementara di dataran tinggi air nira mencapai 15 liter/batang/hari sadap, dengan rendemen 12-13 persen. Selain ketinggian tempat tumbuh, musim juga mempengaruhi hasil nira dan rendemen. Di musim penghujan, air nira akan banyak tetapi dengan rendemen yang sedikit rendah, dan sebaliknya di musim kemarau air nira hasil sadapan akan lebih sedikit tetapi dengan rendemen yang tinggi. Di beberapa daerah pernah tercatat rendemen nira aren sebesar 20 persen pada musim kemarau. Artinya, satu kilogram gula aren didapat dari menguapkan lima liter nira. Namun secara umum, satu kilogram gula aren asli dihasilkan dari memasak 7 liter air nira.

Berdasarkan pengamatan dan wawancara kami dengan enam orang petani penyadap aren di Sumatera Utara, berikut kami simpulkan ciri-ciri pohon aren yang bagus.

1.Batangnya besar.
2.Pelepah daunnya besar.
3.Daunnya berkilat, lembut, lebih tipis, lebar dan panjang.
4.Akarnya membentuk tunggul, makin tinggi makin baik. Akar serabutnya halus
   dan tunggul akarnya ini lebih besar daripada batangnya.
5.Lengan mayangnya sedang besarnya dan tidak terlalu keras, bentuknya membulat. Bunganya berwarna hijau, kuning atau ungu. 
6.Buahnya banyak dan besar-besar (>4cm).
7.Ijuknya banyak yang halus, tidak kasar semua.
8.Sejarah penyadapannya bagus. Pohon aren yang baik bukanlah yang menghasilkan banyak nira dalam satu satuan waktu tertentu, tetapi yang menghasilkan nira dalam jumlah rata-rata tetapi tidak berkurang terlalu banyak seiring waktu. Umumnya rendemen nira mencapai puncak pada sadapan tandan ketiga dan seterusnya. 
9.Tinggi batang bersihnya minimal 7 meter. Pohon aren yang pendek akan menghasilkan tandan sadap yang sedikit. Tandan sadap mula-mula tumbuh di bawah tandan buah, lalu tumbuh di bawahnya lagi sejarak kira-kira 25 cm, dibawahnya lagi 25 cm, lalu aren akan mati otomatis jika tandan jantannya yang keluar sudah dekat dengan tanah. Itulah sebabnya jika tumbuhan aren tinggi batang bersihnya hanya 5 meter, maka tandan sadapnya nanti hanya akan ada sekitar  12 tandan saja. Satu tandan jantan biasanya disadap selama 3-6 bulan, tergantung bagusnya kondisi tandan dan juga bergantung pada keterampilan penyadap. Biasanya, tandan jantan aren akan disadap ketika sudah berumur sekitar empat bulan.
10.Tumbuh tidak sendirian. Aren yang tumbuh tunggal, putik buahnya diduga tidak mendapatkan polinasi, hingga perkecambahannya akan rendah. 

Pohon aren dengan sepuluh kriteria di atas adalah pohon yang potensial untuk dijadikan indukan. Yang diambil adalah biji dari buah matang yang berada di bagian luar mayang, atau setengah untaian mayang yang bagian atas. Buah yang berada di bagian dalam mayang, kurang baik dijadikan bakalan benih.

***

Cara membuat bibit aren :
Buah di pohon yang sudah tua dipotong setengah bagian tandan mayangnya yang bagian bawah, lalu dibuang. Buah yang masih tersisa dibiarkan matang lalu jatuh sendiri.

Buah ini dikumpulkan di tempat yang terkena sinar matahari, lalu diinjak atau dilindas sampai pecah. Kemudian disiram lalu dijemur.  Setengah bulan kemudian bijinya diambil lalu dicuci bersih. Hati-hati mengerjakannya, karena buah aren sangatlah gatal. Kulit bagian dalam buah aren mengandung asam oksalat yang bersifat iritatif terhadap kulit. Bila terkena getahnya yang gatal, gosok dengan abu sekam padi. Cara yang lebih berhasil : ambil bagian dalam (gabus) pelepah aren yang sudah tua, kering dan melapuk. Gosok-gosokan ke bagian kulit yang terkena gatal. Ulangi sampai 3 kali. . Jangan langsung mencuci kulit yang gatal ini, karena asam oksalat akan menyebar dengan bantuan air.  Bila terjadi pembengkakan, segeralah ke dokter.

Biji lalu dijemur kering selama 2-3 hari. Kemudian direndam selama 5 hari. Tiriskan.
Buat lubang di tanah sedalam 25 cm. Panjang dan lebarnya sesuaikan dengan banyaknya biji yang akan disemai. Isi pasir setebal 15 cm. Lalu taburkan biji aren satu lapis. Lalu tutupi kembali dengan pasir setebal 8 cm. Siram setiap 2 hari sekali.

Bila berhasil, maka aren akan mulai berkecambah pada bulan pertama hingga bulan ke dua. Jika sampai bulan keenam tak jua tumbuh, maka sebaiknya dibuang dan diganti dengan yang baru. Menurut pengalaman kami, pada petani penangkar yang belum berpengalaman, tingkat perkecambahan sekitar 50 sd 60 persen. 
Kunci keberhasilan pengkecambahan ini adalah menjaga kelembaban. Medium tidak boleh terlalu basah atau kering. Harus selalu lembab. Karena itu disarankan agar membuat atap di atas medium persemaian. Jika dianggap perlu, misalnya pada area yang rawan pertumbuhan jamur patogen, bisa disemprot dengan fungisida setiap 20 hari. 

Panen kecambah dilakukan bila apokol atau mata tunas sudah sepanjang 5 cm atau lebih. Jika kurang, maka kemungkinan apokol akan cepat kering karena masih terlalu muda. Jika akan ditanam sendiri, biarkan kecambah sampai tumbuh menjarum atau berumur sekitar 45 hari sejak mulai berkecambah.

Kecambah lalu ditanam ke dalam tanah bermedia polibag ukuran 12-17 cm atau lebih. Media tanam terdiri dari tanah, sekam padi, dolomit dan phosphat. Acuannya 3:1:0,1:0,1. Hindari pengunaan pupuk kandang yang belum matang untuk mencegah timbulnya jamur. Buat lubang dengan kayu sebesar pinsil di bagian tengah polibag. Lalu tanamkan 3/4 bagian apokol. Lakukan dengan lembut, karena apokol ini cukup rentan. Jangan lupa untuk membasahi tanah sebelumnya. Gunakan tanah gembur dan berhumus banyak. Sebaiknya tanah dijemur terlebih dahulu, atau semprot tanah dengan fungisida semacam Bayleton, Benlok atau Dithane M45. Ingat, musuh terbesar kecambah aren adalah jamur dan media yang terlalu basah/kering. Karena itu, atap dari daun kelapa sawit/kelapa masih diperlukan sampai bibit berusia 3 bulan. Atap daun biarkan saja luruh dengan sendirinya, agar bibit belajar kena sinar matahari langsung.

Perlakuan dengan fungisida dilakukan sesuai gejala serangan jamur patogen. Semprot bibit dengan Score 250EC atau Dithane M45 jika ditemukan serangan bercak daun. Tambahkan perekat semisal Agristick. Pisahkan bibit yang terserang jamur minimal berjarak 3 meter. 

Jika ada serangan belalang daun, maka aplikasikan insektisida semisal Decis atau Matador sesuai dosis tertera di kemasan. Umumnya kami menyemprot dengan fungisida dan insektisida sebulan dua kali dengan interval antar keduanya 7-8 hari.

Adapun pemupukan selanjutnya setelah keluar daun satu helai penuh, dengan pupuk NPK 16-16-16-0,2.  Larutkan 100 gram pupuk NPK ke dalam 10 liter air, lalu siramkan untuk 100 batang benih.  Lakukan setiap 15 hari. 

Bibit aren mulai dapat ditanam ke lapangan saat berusia 7-8 bulan terhitung sejak kecambah dipindahkan ke polibag. Atau umur setahun jika dihitung sejak menyemaikan biji. Tiga bulan sebelum ditanam, bibit harus sudah terlatih untuk terbiasa dengan terik matahari. Atap daun kelapa harus sudah habis atau dibuang bertahap sampai habis seluruhnya.

Cara tanam :
1.Jarak tanam untuk monokultur paling rapat adalah 5x6 meter. Bagusnya berjarak 3x10 meter. Bila masih mau ditumpangsarikan dengan palawija atau bumbu-bumbuan dan tanaman muda lainnya, maka jarak tanam yang kami anjurkan adalah 3x10 meter. 
Untuk jarak tanam aren sistim tumpangsari dengan tanaman lainnya, dapat merujuk pada tulisan kami yang akan datang.  Tanaman yang potensial untuk ditumpangsarikan dengan aren adalah tanaman jahe, nangka sayur, pisang, pinang, pepaya madu atau pepaya kalifornia dan tanaman lainnya.
2.Gali lubang ukuran lebar 30 cm, panjang 30 cm dan dalam 30 cm. Pisahkan tanah bagian atas dengan tanah bagian bawah. Semprot lubang dengan larutan Dithane M45. Taburkan merata Dolomit atau Dotani ke dasar dan dinding lubang tanam sebanyak 100 gram pada lahan mineral dan 200 gram pada lahan gambut.  
3.Aduk tanah galian bagian atas dengan 3 kg pukan matang, masukkan ke dalam lubang sampai setengah lubang terisi.
4.Buka polibag dengan pisau, usahakan bola tanahnya jangan sampai pecah. Lalu tanamkan bibit tegak lurus. Level tanam adalah di antara akar dengan pangkal batang.
5.Uruk dengan sisa media tanam hingga cukup. Kedalaman penanaman adalah mengikuiti level atas bola tanah. Level atas bola tanah harus setara tingginya dengan dasar lembah tangkapan air. Artinya, bola tanah jangan sampai terbenam terlalu dalam. Bongkot atau pangkal batang yang gemuk pada bibit aren bila terbenam, maka pertumbuhan tanaman akan melambat. 
6.Untuk lembah tangkapan air, sisakan bagian atas lubang sedalam 7-8 cm. Artinya, lubang tidak diuruk semua. Sisa lubang ini akan sangat berguna saat pemupukan berikutnya, juga memudahkan saat penyiraman. 
7.Taburkan pupuk TSP 50 gram di lembah tangkapan air, lalu siram tanaman secukupnya.
8.Jika ditanam pada waktu kemarau, atau di daerah yang kering, atau bibit belum terbiasa dengan paparan cahaya matahari secara langsung, maka sebaiknya buatkan teduhan dari daun kelapa atau daun sawit. Tancapkan potongan pelepah daun di dua sudut tepi lubang. Dua lapis pelepah sawit di sebelah Timur dan dua lapis lagi di sebelah Barat. Biarkan daun pelindung luruh sendiri. Siram tanaman baru jika dianggap perlu. Tanaman aren muda kurang baik jika terpapar sinar matahari langsung. Pertumbuhan akan melambat dan rentan terserang penyakit jamur daun. Penulis membuatkan peneduh hidup dengan cara menanam sebatang singkong gajah di sebelah Timur dan sebatang di sebelah Barat dari tanaman aren itu. Jarak tanaman singkong dari tanaman aren masing-masing adalah 50-60 cm. Tanaman singkong sebelah Timur dicabut setelah satu tahun, dan tanaman singkong sebelah Barat dicabut tiga bulan kemudian. Sebahagian teman yang lain menanam pisang sebagai tanaman peneduh.

Penanganan hama dan penyakit dilakukan sesuai intensitas serangan yang ada, sama seperti penanganan hama dan penyakit yang sudah dipaparkan pada bagian pembibitan tanaman aren di atas.

Pemupukan selanjutnya dapat dilihat dari tabel berikut :


Pupuk ditaburkan merata di sekeliling tanaman. Mula-mula di dalam lubang tangkapan air,
tepat di bagian tepi keliling lubang, selanjutnya mengikuti lebarnya tajuk daun. Usahakan jangan ada pupuk yang terlalu dekat dengan titik tanam/batang tanaman. Pemupukan dilakukan sehabis hujan atau pada sore hari.
 
Untuk melihat daftar pupuk yang dapat dicampur dan yang tidak dapat dicampur, lihat tabel berikut.



Bagi pupuk yang tidak dapat dicampur, maka rentang waktu antar pemupukan minimal  14 hari pada pupuk yang mudah larut dan 30 hari pada pupuk yang tidak mudah larut.

Pengendalian gulma dilakukan sesuai dengan pertumbuhan rumput di lapangan. 

Jika dilakukan penyemprotan rumput menggunakan herbisida, maka hati-hati agar  tanaman tidak ikut tersemprot. Jika terjadi, maka segera bilas dengan air pada bagian tanaman yang tersemprot itu. Untuk menghindari hal ini, maka sebaiknya gulma yang tumbuh di dekat tanaman sebaiknya ditanggulangi dulu  secara manual atau dicabut dengan tangan atau digaruk.  

Pada hakikatnya, tanaman aren tidaklah memiliki banyak musuh. Namun ada juga ditemukan beberapa batang pohon aren yang terkena penyakit jamur akar. Temuan umumnya didapat pada tanah bekas pertanaman pohon pisang, singkong, karet dan kelapa sawit. Untuk menghindarinya, aplikasi dolomit cukup membantu. Adapun aplikasi trichoderma atau gliocladium cukup dianjurkan. Aplikasi fungisida kimia hanya dilakukan jika serangan sulit dikendalikan dan terlihat menyebar. 

Jika ditemukan serangan kumbang tanduk pengerat pucuk, maka atasi dengan penaburan karbofuran. Dijual dengan merk Curater, Marshall 5G dan Furadan 5G. Akan lebih baik jika memakai  yang tipe 10G, namun perhatikan aturan pakai dengan baik. Penyemprotan dengan insektisida sistemik dapat dilakukan jika dianggap perlu. Aplikasi perangkap jaring halus berlampu diketahui cukup efektif untuk menanggulangi serangan hama kumbang tanduk. Satu hektar lahan sebaiknya dipasangi lamp trap itu sebanyak 4 unit. 

Secara umum, musuh atau hama alami tanaman aren muda adalah sama dengan hama alami tanaman kelapa sawit muda, yakni binatang tikus, monyet, landak dan babi hutan. Penanganan terhadap ancaman hama besar itu perlu dilakukan jika diketahui ada sejarah atau ancaman serangan. Cara yang paling sering dilakukan petani untuk mengatasi hama tikus, landak dan babi hutan adalah dengan cara membungkus tanaman dengan tabung yang dibuat dari potongan seng bekas setinggi 40 cm. Sedangkan hama monyet diatasi dengan cara mengoleskan belacan yang sudah dilembutkan dengan air ke tabung seng tadi.  

Pada umur 6 tahun, yakni jika tandan pertama sudah terlihat keluar,dilakukan pembersihan ijuk. Pembersihan ijuk dilakukan oleh para pengepul ijuk. Pemilik pohon biasanya hanya mengecek hasil timbangan dan menerima uang sesuai harga kesepakatan. Hasil dari penjualan ijuk ini tidaklah terlalu banyak, namun cukup dapat membantu biaya pembelian pupuk untuk aplikasi selanjutnya. 

Tahap selanjutnya, tanaman aren yang dirawat dengan baik akan mulai mengeluarkan tandan betina yang menjadi buah. Satu batang pohon aren mengeluarkan tandan buah betina sebanyak 3-6 tandan. Keluarnya tandan buah ini cukup serempak, hanya dalam hitungan beberapa bulan. Itulah sebabnya buah aren muda yang akan dibuat menjadi kolang-kaling biasanya dapat dipanen serentak perpohon.

Cara memanen buah aren ini janganlah dengan memotong pangkal tandannya, namun dengan memotong jurai/ranting mayang satu persatu. Sisakan 3 jurai yang paling bawah. Dengan cara ini, degradasi kuantitas air nira dapat dihindari. Pohon dengan hasil sadapan yang baik, buahnya bisa dipertahankan untuk pembuatan bibit bagi penanaman selanjutnya.

Sebagian penyadap ada juga yang menyadap tandan betina atau tandan buah ini. Tandan mulai dibuka saat buah sudah sebesar kelereng atau guli. Hanya saja akan dibutuhkan tenaga yang kuat dari penyadapnya, kerana tandan buah ini lebih besar dan keras, sehingga akan membutuhkan tenaga ekstra ketika proses mengayun tandan aren sebelum dipotong atau disadap. Bagaimana cara menyadap aren, akan kami tuliskan secara terpisah.

Sejak pohon aren mengeluarkan tandan buah pertama, maka itu berarti masa pertumbuhan vegetatifnya sudah berhenti. Aren memasuki masa pertumbuhan generatif. Pelepah daun tidak akan keluar lagi. Sifat ini disebut dengan istilah hapaxantic.Karena itulah pemotongan pelepah daun aren diusahakan sesedikit mungkin. Jangan memotong pelepah daun kecuali memang tak terhindarkan.

Aren adalah tanaman yang bersifat monocarpic, dimana ia akan mati otomatis setelah tandan bunganya keluar semua. Sama seperti tanaman pisang.

Tandan buah pertama keluar dari celah pelepah yang paling atas, lalu tandan buah kedua keluar dari celah pelepah kedua dari atas, begitu seterusnya, makin lama makin ke bawah. Saat semua tandan bunga sudah keluar, maka pohon aren akan mati secara otomatis. Itulah sebabnya aren jenis berpohon terlalu pendek kurang baik untuk dibudidayakan, karena nantinya tandan jantan atau tandan bunganya akan sedikit.

Tandan aren jantan yang disadap itu keluarnya bergantian. Dan umumnya satu tandan bisa disadap selama 3-5 bulan. Bila kita menanam satu hektar aren dengan jarak tanam 4x7 meter, maka akan ada 357 batang aren. Jika yang disadap dalam satu satuan waktu adalah setengahnya, dan setengahnya lagi memasuki masa tumbuh kembang tandan jantan, maka akan ada sekitar 178 pohon yang harus disadap setiap harinya. Untuk itu akan dibutuhkan penyadap sebanyak empat sampai lima orang orang, dan satu sampai dua orang pemasak gula. 

Proses penyadapan dapat dipercepat bila dibuatkan tangga layang antar pohon. Biasanya terbuat dari dua atau tiga bambu tebal yang dipasangkan dari pohon ke pohon. Dengan satu uitas kabel baja atau sling untuk pengaman, tempat penyadap mencantolkan safety belt. Sehingga jika penyadap terpeleset atau bambu yang diinjaknya patah, ia masih selamat. 

Cara menyadap aren adalah sesuatu yang agak sulit untuk dituliskan secara rinci dan jelas, namun akan cukup mudah bila diajarkan secara langsung praktek. Karena itulah kami membuka sesi pelatihan bagi calon penyadap aren. Lama pelatihan dasar berkisar 5 hari. Adapun pelatihan intensif, sampai mampu menyadap sendiri akan makan waktu sekira sebulan. Pelatihan intensif dilakukan dengan sistim TOT, training on trainer. Setiap peserta pelatihan diharapkan akan dapat melatih calon penyadap di masa depannya. Materi penyadapan juga termasuk pelatihan teknik membuat pengawet nira dan cara memasak gula aren yang baik dan benar, hingga didapat gula aren yang berkualitas baik. Saat ini pelatihan diberikan oleh Bapak Ramli dan Bapak Paino. Semua materi disampaikan secara gamblang, tanpa mitos tanpa mentera. Namun tetap dengan doa. Karena doa adalah kekuatan orang beriman. 

Untuk mengurangi masa tunggu produksi pada penanaman kedua (replanting), maka dapat dilakukan sistim under planting (menanam di bawah tanaman), saat tanaman aren generasi pertama sudah mulai berproduksi. Dengan cara ini, masa tunggu produksi tahap kedua dapat dipotong hingga kurang dari setengahnya. 

NB. Jarak tanam aren genjah terbaik 4x7 mtr. Sedangkan untuk aren dalam 3x10 mtr. 




12 komentar:

  1. bagus & bermanfaat. saya baru mulai budidaya arennya. berarti jenis aren dalam yg baik utk budidaya dr segi ekonomis. utk aren dalam, umur brp sdh bisa disadap?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika dikebunkan, maka aren dalam akan mulai disadap pada umur 7-8 tahun.

      Hapus
    2. utk pupuk cuma pkai pukim ya? utk pukan atau poc gimana cara aplikasinya?

      Hapus
    3. Itu tabel pukim. Untuk pukan tidak ada batasan pasti. Makin banyak makin baik. Untuk POC aplikasinya sama saja seperti pada tanaman lain, tetapi kalau sudah pakai pukim dan pukan, POC tak terlalu dibutuhkan.

      Hapus
    4. apa bisa pkai pukim NPK & brp dosisnya?

      Hapus
  2. Jika ada yang membutuhkan bibit aren, bisa menghubungi kami di hp. 0813 7000 8997. Terima kasih.

    BalasHapus
  3. Dimana saya bisa mendapatkan bibitnya pak?
    Brpa harganya per bibit nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hubungi saya di 081370008997.
      Harga kecambah aren genjah dan aren dalam rp.1.500 per kecambah blm ongkir

      Hapus
  4. Sangat tertarik pengen coba nanam,,, aku ada lahan,,, 11 haktare dimana beli kecamba aren dalam

    BalasHapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  6. Artikel nya menarik, jelas dan teratur, terimakasih informasi

    BalasHapus

SANGAT PENTING : JAGA JARAK TANAM !

Dalam dunia pertanian, jarak tanam yang optimal itu sangatlah penting. Karena, jika kita menanam terlalu rapat, maka tanaman akan menderita,...