Rabu, 06 Juni 2018

Jual Aneka Jenis Bibit Tanaman Unggul Murah di Sumatera Utara




=======================================================================


tags : jual, bibit, benih, tanaman, murah, unggul, berkualitas, bagus, di sumatera, sumatera utara, riau, aceh, jambi,  bengkulu, sumatera selatan, sumatera barat, lampung, Jakarta, banten, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, aren, enau, asam gelugur, asam potong, cengkeh, cengkih, coklat, kakao, duku Palembang, rambutan binjai, kelapa hibrida, kelapa genjah, kelapa dalam, jambu jamaika, jambu madu deli hijau, jambu citra jumbo, jambu kesuma merah, jambu black kingkong, jambu Kristal, kelengkeng pingpong, pinang betara, kelengkeng aroma durian, kelengkeng puangray, kedondong, manggis, mangga, tongdam, lokmay, harum manis, arumanis, pala, lada perdu, lada panjat, jeruk nipis, melinjo, singkong gajah, kecambah sawit, sawit, kelapa sawit, karet, rambung, kecambah aren,  sawo, durian, musang  king, bintana, montong, monthog, kani, chanee, alpukat, apokat, avocado, pokat, mentega, jumbo, miki, markus, jati, ketapang, sengon, jabon, hp/wa  081370008997

Sabtu, 20 Januari 2018

Tulisan-Tulisan Kami Tentang Aren Selanjutnya

Silahkan temukan tulisan-tulisan saya yang lain tentang aren dengan cara mencarinya lewat mesin pencari internet (browser) dengan kata kunci : bang pilot kompasiana aren. Saya adalah salah satu penulis terverifikasi di Kompasiana, sebuah blog milik Kompas Group.

Bagi yang ingin membeli bibit aren jenis genjah dan jenis dalam, bisa menghubungi saya di hp/wa 0813 7000 8997. 

Bibit aren tinggi 40 cm harga rp.4.000/batang.
Tinggi 70 cm harga rp.7.000/batang.
Harga sama untuk kedua jenis bibit aren. 
Juga tersedia aneka bibit tanaman lainnya. 
UKM.Tani Muda.
Lokasi di Dusun 3 Desa Petatal, Lima Puluh, Batubara, Sumut.
Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. 

Terima kasih. 



Senin, 17 April 2017

Analisa Dasar Hasil Usaha Bertanam Aren Satu Hektar

1 ha = 10.000 m2. 
Jarak tanam 5x6 = 30 m2=333 titik tanam.
Modal : Bibit 350 batang x Rp.10.000 = Rp.3.500.000.
Pembersihan lahan : borongan Rp.1.000.000.
Upah tanam dan sisip : 350 x Rp.3.000 = Rp.1.050.000.
Dolomit : 333 kg x Rp.600 = Rp.166.500.
Pupuk kandang : 1 ton Rp.600.000.
Angkut bibit, dolomit dan pukan ke lahan Rp.250.000.
Pupuk NPK Phonska 150 kg x 15 tahun x Rp.2.300 = Rp.5.175.000.
Pengendalian gulma 15 tahun x Rp.650.000 = Rp.9.750.000.
Pengendalian hama dan penyakit 15x 300.000 = Rp.4.500.000.
Biaya lain-lain Rp.2.000.000.
Jumlah : Rp.27.991.500.
Tanah dianggap milik sendiri.

Hasil :
Dijual buah aren Rp.25.000/tandan x 333 x 5 tandan sepohon = Rp.41.625.000.
Pembeli mengambil/memanjat sendiri
Dijual ijuk Rp.5.000/kg x 4 kg x 333 pohon = Rp.6.660.000.
Pembeli mengambil/memanjat sendiri.
Dijual gula aren dari hasil menyadap 166 batang aren setiap harinya (aren menyadapnya bergantian masa. karena tandannya keluar bergantian) = 166 kg x Rp.13.000 = Rp.2.158.000.
Upah sadap dan memasak nira plus kayu bakar = 50 persen dari hasil gula (bagi dua/cara tradisional di daerah kami), sisa Rp.1.079.000/hari.
Rp.1.79.000 x 30 hari x 12 bulan x 6 tahun (aren dalam) = Rp.2.330.640.000.
Dijual batang aren tua 333 batang x Rp.50.000 = Rp.16.650.000.
Jumlah hasil : Rp.3.261.735.000 (terbilang tiga miliar dua ratus enam puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu rupiah).
Hasil bersih selama 15 tahun Rp.2.347.290.000 – Rp.27.991.500 = Rp.2.319.298.500.
Hasil bersih perhari sejak mulai menanam hingga peremajaan = Rp. 2.319.298.500. : 15 tahun : 12 bulan : 30 hari = Rp.429.500
(dibulatkan).

Catatan :
Penanaman dilakukan secara monokultur.
Sebatang aren menghasilkan 7-8 liter nira = 1 kg gula/hari sadap.
Harga gula aren dihitung dengan harga terendah, yakni hanya rp.13.000/kg. 
Perhitungan di atas adalah perhitungan dasar, bukan merupakan patokan. 
Pengembangan selanjutnya tentu akan dibutuhkan. 
Analisa dasar ini bukanlah kebenaran absolut, namun dapat dijadikan referensi dalam usaha perhitungan budidaya aren.



Sabtu, 08 April 2017

Aren Dari A Sampai Z Dalam Foto




Biji aren untuk bibit




Profil kecambah aren 

Kecambah aren

Kecambah aren ditanam dalam polibag

Bibit aren umur 4 bulan

Bibit aren umur 8 bulan (sudah bisa ditanam)

Bibit aren siap kirim jarak dekat via darat

Bibit aren diangkut dengan mobil pribadi pembeli

Bibit aren untuk dikirim jarak jauh via udara

Bibit aren umur setahun

Bertanam aren di Baserah, Riau


Bertanam aren dengan peneduh sementara berupa rerumputan kering

Tanaman aren penulis di Petatal  umur 3 bulan setelah tanam

Tanaman aren umur setahun dengan pelindung lanjutan berupa tanaman singkong gajah

Tanaman aren umur setahun setengah


Aplikasi pukan setiap 6 bulan sekali. Makin banyak makin baik.

Tumpangsari dengan lada perdu


Tumpangsari dengan lada panjat

Pohon aren remaja di Bali

                                                                Pohon aren di Pedawa

Tanaman aren Pak Nasrullah S di Sumut

Tanaman aren Pak Lubis di Kotanopan, Sumut

                                                             Penyadap aren di pulau Jawa

Penyadap aren di Sumut

Memasak Nira Aren Menjadi Gula

Mencetak gula aren

Gula aren gelondongan


                                                                           Gula Semut Aren

                                                                Kolang Kaling Aren

                                                                   Produk Ijuk Aren

                                                                 Tepung sagu aren

Alkohol farmasi aren

                                                                        Ethanol biofuel Aren

Methanol industri aren

Para pendekar aren Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Aren Indonesia pusat. 
Dari kiri : Bapak Dian Kusumanto, Muhammad Isnaini (penulis)
Bapak Johan Bukit dan Bapak Andi Lukman. 



Kamis, 06 April 2017

Aren Itu Banci !

                                Bibit aren yang dikembangkan oleh penulis

Sebagaimana umumnya tumbuhan palma (kecuali kurma), maka aren (arenga pinnata-Merr) juga termasuk tumbuhan berumah satu, atau monoecious atau hermaprodit alias banci.

Jadi, tidak ada istilah aren jantan atau aren betina, seperti beberapa tumbuhan lainnya. Namun,  aren termasuk jenis tumbuhan yang bersifat hermaprodit protogini, dimana putik keluar duluan, sehingga tidak ada kemungkinan terjadinya penyerbukan sendiri. Biji aren sendiri bersifat apogami, lembaganya bisa tumbuh berkembang tanpa melalui proses penyerbukan. Meski demikian, untuk perbanyakan bahan tanam, sebaiknya dipilihkan dari biji yang berasal dari induk yang tumbuh bersama banyak pepohonan aren lainnya, sehingga besar kemungkinan terjadi penyerbukan.  Beberapa literatur menyebutkan bahwa pada kebanyakan biji pohon, yang diserbuki akan tumbuh lebih baik dari pada yang apogami. Namun hal ini tidak berlaku pada manggis, misalnya. Manggis dapat tumbuh sangat baik meski bijinya bersifat apogami. Karena bijinya tumbuh secara apogami, semua biji manggis itu jika berhasil ditumbuhkan hingga dewasa, akan menghasilkan buah. Semua manggis adalah betina, tidak ada yang jantan, kecuali terjadi kelainan genetika. 
Aren mula-mula tumbuh vegetatif, yakni tumbuh akar, batang dan daun.
Setelah ia merasa dirinya cukup dewasa, sekitar umur 7 tahun, maka aren akan mulai tumbuh generatif. Keluarlah tandan betina, berisi buah, yang biasa dibikin kolang-kaling. Keluarnya tandan betina itu dari celah pelepah paling atas. Lalu keluar tandan betina kedua, dari celah pelepah paling atas kedua. Begitulah seterusnya, makin lama makin ke bawah. Jumlah tandan buah betina ini antara 3 sd 7 tandan dan tenggat waktu keluarnya cukup rapat.
Sejak keluarnya tandan betina pertama, aren berhenti total tumbuh vegetatif. Artinya, aren tidak bertambah tinggi lagi, juga tidak keluar daun baru lagi. Karenanya, jangan sembarangan memotong pelepah daun aren. Minimal 12 pelepah harus tersisa dalam satu pohon. 
Setelah habis tandan betina, lalu keluarlah tandan jantan. Isinya adalah bunga, sebesar buah melinjo yang besar. Warnanya ada yang hijau ungu, kuning, atau ada juga yang warnanya  merah kehitaman. Jika pecah akan mengeluarkan serbuk sari yang sangat banyak, berwarna kuning kunyit.
Tandan jantan inilah yang biasa disadap orang untuk diambil niranya. Nira aren lalu diolah menjadi gula aren, gula semut, gula meja cair, minuman segar dingin (jus nira), alkohol, ethanol atau pun methanol.
Membudidayakan aren nyaris tidak mengenal istilah gagal, karena hampir setiap pohon aren pada waktunya akan mengeluarkan tandan betina dan tandan jantan. Memang terkadang ada juga pohon aren yang tidak mengeluarkan nira, tetapi itu jumlahnya tidak signifikan.

Dalam sedikit kasus, ditemukan pohon aren yang hanya menghasilkan tandan jantan, sehingga semua tandannya dapat disadap. Aren yang model begini di sebagian daerah dinamakan aren kelapa. Hal ini terjadi akibat kelainan genetika.Biasanya sifat gen jantan menjadi dominan sedangkan sifat gen betina menjadi resesif. Bila bisa dikembangkan secara kultur jaringan, maka aren kelapa atau aren wuk wuk ini adalah calon sumber eksplan yang baik. Namun aren kelapa ini memiliki kekurangan juga, yakni biasanya kadar gula niranya lebih rendah dari pada aren yang normal.




Aren Bukanlah Tanaman Hutan !

Kebun aren milik Bapak Nasrullah

Beberapa orang berpendapat bahwa aren (enau) adalah tanaman hutan, hingga tak mesti dirawat dengan baik ketika dibudidayakan. Cukup dibiarkan saja, maka pada saatnya ia akan memberikan hasil sesuai harapan petaninya. 

Bahkan yang lebih ekstrim lagi, ada yang berpendapat bahwa aren tidak boleh dipupuk dan dibersihkan gulmanya. Mereka mengatakan bahwa bila tanaman aren dipupuk, maka akan menyebabkan tanaman menjadi tidak bisa menghasilkan air nira, bila dibersihkan gulmanya, maka air niranya akan sedikit.

Pendapat seperti itu jelas salah. Betapapun, aren adalah tumbuhan yang membutuhkan asupan unsur hara yang cukup agar ia tumbuh dengan baik dan cepat berproduksi. Ketika mula ditanam, jarak tanam harus diatur,  lubang tanam ukurannya harus  cukup, lembah tangkapan air disiapkan, peneduh dibuat, pemupukan rutin, pengendalian gulma, pemberantasan hama dan penyakit, bahkan bila perlu dilakukan penyiraman. 

Tanaman jenis apapun tidak akan memberikan hasil yang memuaskan, bila ditanam namun tidak dirawat dengan baik. Tanaman yang dibiarkan, mungkin tetap akan memberikan hasil, namun tidak akan bisa menyamai hasil dari tanaman yang ditanam dan dirawat sesuai standart perawatan sesuai jenis tanaman itu. 

Karena itu, bila dibudidayakan aren, maka tanamlah sesuai panduan yang ada. Rawatlah dengan baik. Maka kebun aren Anda akan memberikan hasil yang melimpah.  Hal ini sudah dibuktikan oleh para pekebun aren di Nusantara, juga di Malaysia. Mereka merawat kebun arennya sama seperti pekebun lain merawat tanaman sawit, karet, pala, durian, mangga, dan lain-lain.

Jangan lupa untuk saling berbagi rejeki jika Anda sudah makmur. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lain. Ada banyak janda penanggung anak yatim yang sebaiknya Anda nafkahi kebutuhan zahir, bathin dan kebutuhan biologisnya. Tentu dengan dihalalkan terlebih dahulu. Berbagi itu indah. 
Kuncinya, ikhlas.
Dan berani. 

Mari. 





Cara Membuat Pengawet Nira Alami

Salam tani Indonesia! 

Air nira aren sadapan yang ditampung di pohonnya, harus diberi campuran pengawet. Jika tidak, maka air nira akan berubah menjadi basi dan berasa asam. Hal ini terjadi karena penguraian molekul glukosa oleh mikroba. Mikroba ini biasanya berupa bakteri.

Untuk mencegah berubahnya kualitas nira sampai nira dimasak, maka harus dibuatkan pengawet. Cara kerja pengawet adalah membuat suasana medium menjadi lebih basa (lawan asam), sehingga mikroba mejadi lambat berkembang.

Nira yang sudah masam, dengan ph kurang dari 6,0 sudah kurang baik dijadikan gula aren, apalagi gula semut.

Sebenarnya, pengawet makanan yang banyak dijual di pasaran, semisal asam benzoat konsentrasi 0,1 sd. 0,2%, dapat dipergunakan dan ini memenuhi standar kesehatan. Namun, untuk lebih hematnya, kami akan uraikan car membuat sendiri pengawet nira dari bahan alami yang mudah di dapat dan murah harganya.

1.Cincang kasar 2 kg kayu nangka, kayu cempedak, kayu manggis atau kayu mangga yang masih segar. Kulit kayunya diikutkan. Masukkan ke dalam wadah.  Larutkan 1 kg kapur sirih atau kapur tohor dengan 2 liter air panas baru mendidih. Tuangkan ke dalam wadah berisi cincangan kayu tadi. Tutup wadah secara biasa saja. Simpan di tempat teduh selama 3 hari. Aduk setiap hari sekali.

2. Aduk lalu tuangkan airnya 250 cc ke dalam penampung nira yang akan dipakai untuk menampung tetesan nira di pohon aren. Ini cukup untuk mengawetkan nira aren yang diperkirakan akan menetes sebanyak 10 liter. Jika perlu, boleh ditambah sesuai perkiraan banyaknya nira.

3.Jika air dalam wadah sudah habis, maka bisa ditambahkan kembali larutan kapur tohor dan disimpan lagi 3 hari. Setelah itu habis, maka cincangan kayu harus diganti.

4.Air rendaman cincangan kayu akan berwarna kuning kecoklatan. Ini memang begitu.


5.Selamat bekerja dan terima kasih sayang.  



SANGAT PENTING : JAGA JARAK TANAM !

Dalam dunia pertanian, jarak tanam yang optimal itu sangatlah penting. Karena, jika kita menanam terlalu rapat, maka tanaman akan menderita,...