Tampilkan postingan dengan label Nira. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nira. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Januari 2018

Tulisan-Tulisan Kami Tentang Aren Selanjutnya

Silahkan temukan tulisan-tulisan saya yang lain tentang aren dengan cara mencarinya lewat mesin pencari internet (browser) dengan kata kunci : bang pilot kompasiana aren. Saya adalah salah satu penulis terverifikasi di Kompasiana, sebuah blog milik Kompas Group.

Bagi yang ingin membeli bibit aren jenis genjah dan jenis dalam, bisa menghubungi saya di hp/wa 0813 7000 8997. 

Bibit aren tinggi 40 cm harga rp.4.000/batang.
Tinggi 70 cm harga rp.7.000/batang.
Harga sama untuk kedua jenis bibit aren. 
Juga tersedia aneka bibit tanaman lainnya. 
UKM.Tani Muda.
Lokasi di Dusun 3 Desa Petatal, Lima Puluh, Batubara, Sumut.
Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. 

Terima kasih. 



Kamis, 06 April 2017

Cara Membuat Pengawet Nira Alami

Salam tani Indonesia! 

Air nira aren sadapan yang ditampung di pohonnya, harus diberi campuran pengawet. Jika tidak, maka air nira akan berubah menjadi basi dan berasa asam. Hal ini terjadi karena penguraian molekul glukosa oleh mikroba. Mikroba ini biasanya berupa bakteri.

Untuk mencegah berubahnya kualitas nira sampai nira dimasak, maka harus dibuatkan pengawet. Cara kerja pengawet adalah membuat suasana medium menjadi lebih basa (lawan asam), sehingga mikroba mejadi lambat berkembang.

Nira yang sudah masam, dengan ph kurang dari 6,0 sudah kurang baik dijadikan gula aren, apalagi gula semut.

Sebenarnya, pengawet makanan yang banyak dijual di pasaran, semisal asam benzoat konsentrasi 0,1 sd. 0,2%, dapat dipergunakan dan ini memenuhi standar kesehatan. Namun, untuk lebih hematnya, kami akan uraikan car membuat sendiri pengawet nira dari bahan alami yang mudah di dapat dan murah harganya.

1.Cincang kasar 2 kg kayu nangka, kayu cempedak, kayu manggis atau kayu mangga yang masih segar. Kulit kayunya diikutkan. Masukkan ke dalam wadah.  Larutkan 1 kg kapur sirih atau kapur tohor dengan 2 liter air panas baru mendidih. Tuangkan ke dalam wadah berisi cincangan kayu tadi. Tutup wadah secara biasa saja. Simpan di tempat teduh selama 3 hari. Aduk setiap hari sekali.

2. Aduk lalu tuangkan airnya 250 cc ke dalam penampung nira yang akan dipakai untuk menampung tetesan nira di pohon aren. Ini cukup untuk mengawetkan nira aren yang diperkirakan akan menetes sebanyak 10 liter. Jika perlu, boleh ditambah sesuai perkiraan banyaknya nira.

3.Jika air dalam wadah sudah habis, maka bisa ditambahkan kembali larutan kapur tohor dan disimpan lagi 3 hari. Setelah itu habis, maka cincangan kayu harus diganti.

4.Air rendaman cincangan kayu akan berwarna kuning kecoklatan. Ini memang begitu.


5.Selamat bekerja dan terima kasih sayang.  



SANGAT PENTING : JAGA JARAK TANAM !

Dalam dunia pertanian, jarak tanam yang optimal itu sangatlah penting. Karena, jika kita menanam terlalu rapat, maka tanaman akan menderita,...