Tampilkan postingan dengan label cara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2021

Daftar Guru Pelatihan Penyadapan Aren Alias Enau



Pekerjaan menyadap aren, sudah banyak orang yang menulis dan memvideokan caranya. Namun faktanya, ada banyak orang yang mencoba mempraktekkan seperti yang dikabarkan itu dan hasilnya mengecewakan. Dan memang, sebaik-baik cara belajar menyadap aren adalah dengan cara belajar langsung kepada ahlinya. Setelah bisa menyadap dan menghasilkan nira, baru boleh memperdalam ilmu secara online. Via Youtube, grup wa, grup fb, dll. 

Berikut adalah daftar para penyadap aren yang bersedia mengajarkan anda tentang bagaimana cara menyadap aren. Pelatihan diberikan secara langsung di lokasi pohon aren yang dikerjakan oleh pelatih. Murid harus datang ke lokasi pelatih. Target pelatihan adalah sampai anda mampu menyadap dan mampu pula melatih orang lain untuk jadi penyadap. Atau sistim training on trainer (TOT). 

Teknik pelatihan diberikan sesuai kebiasaan dan pengetahuan masing-masing pelatih. Tiap-tiap penyadap memiliki kiat masing-masing. Belum ada protap teknik penyadapan aren. Jadi jangan heran jika caranya nanti berbeda-beda dari orang ke orang. 

Soal biaya pelatihan, silahkan hubungi langsung para master  sadap aren berikut. 

1. Mujianto, Samarinda, Kaltim, 0853 4637 1807.

2. Saidun Pane, Sipirok, Sumut, 0857 6330 2787.

3. Sugiyono, Padang Guci, Bengkulu, 0853 6862 0827.

5. Hulman Panjaitan, Rokan Hulu Riau,  0813 6424 5875.

4. Sai'in, Kampar, Riau, 0812 6644 0961. 

6. Sutopo, Purworejo, Jawa Tengah, 0852 3858 5030.

7. Musa, Toraja, Sulawesi Selatan, 0853 4041 4184.

8. Petrus Kaban, Deli Serdang, Sumatera Utara, 0821 2272 6461.

9. Muhammad Isnaini alias Bang Pilot, Batu Bara, Sumatera Utara, 0813 7000 8997. 

10. Antoni, Pekanbaru, Riau, 0813 7800 5269. 

11. Ilham Syahputra, Binjai Langkat, Sumut,  0813 6224 4848.

12.

13.

14.

Siapa memnyusul ? Silahkan beritahukan kami di kolom komentar. Trims. 

Salam jaya aren Indonesia..!


1

Senin, 04 Januari 2021

CARA MENYADAP TANDAN BETINA ATAU TANDAN KOLANG KALING AREN


Tandan betina atau tandan kolang-kaling aren jarang disadap orang. Tetapi terkadang disadap juga, misalnya karena jumlah tandan sadapan jantan sedang sedikit atau jumlahnya nanggung untuk dikerjakan. 

Kapan sebaiknya menyadap tandan kolang kaling? Saat buah aren itu kira kira sebulan lagi sudah bisa dibuat kolang kaling. Sehingga kolang kalingnya kita dapat, niranya juga dapat. Tetapi ada juga penyadap yang sudah mulai membuka tandan sadap atau memulai proses penyadapan saat buah aren masih sebesar guli alias kelereng. 

Mula-mula ikat tandan tepat di titik tumbuh jurai atau jari-jari tandan yang pertama, dengan tali tambang yang kuat. Lalu tali diikatkan dengan kencang ke arah batang besar aren sebelah atas. Kira-kita 150 cm tingginya dari titik keluar tandan. Ini berguna agar tandan tidak patah ke bawah saat proses pembukaan tandan dilakukan. Setelah itu, potong dan bersihkan pelepah yang melindungi tandan. Lalu ikat semua jurai dengan tali panjang. Pengayunan tandan akan dilakukan dari bawah.  Dengan cara menarik tali pengikat jurai tandan kolka itu. Sebab, tandan ini biasanya besar dan keras. Akan butuh tenaga ekstra jika diayun dari atas seperti pada pengayunan tandan jantan.  

Jika ada buah yang nyerempet ke pelepah saat diayun, maka buah bagian bawah yang nyerempet itu  terpaksa dibuang sebagian. Jangan pelepah daunnya yang dipotong lagi. Kehilangan pelepah daun harus diminimalisir sedapat mungkin. Hanya boleh dipotong karena tandan yang dilindunginya akan disadap. Kehilangan tiap  pelepah daun biasanya akan mempengaruhi hasil nira.

Ayun tandan sebanyak 50 kali. Lalu penyadap naik. Melakukan pengetukan sebanyak 300 kali secara merata. Memukul batang besar aren tepat di bawah pangkal tandan sekuat-kuatnya sebanyak 30 kali. Lalu turun. Ayun lagi 50 kali. Biarkan 3-4 hari. Ulangi proses pengayunan dan pengetukan.

Pada tandan kolka yang buahnya masih muda, proses pengayunan dan pengetukan dilakukan 7-8 kali. Pada tandan yang buahnya sudah tua, sudah mulai ada yang menguning, sehingga buahnya bisa dijadikan bibit, proses cukup 4-5 kali.  Lalu biarkan selama 2 minggu. Dan tandan dipotong.

Perlakuan selanjutnya sama seperti pada perlakuan penyadapan tandan jantan aren  

Bagus atau tidaknya hasil nira, biasanya tergantung kepada bagus tidaknya pohon. Pohon yang memang menghasilakn air yang banyak dan berkualitas pada sadapan tandan jantan, biasanya akan bagus juga pada sadapan tandan betinanya. Selain itu, juga bergantung kepada umur pohon. Pohon aren yang belum terlalu tua jika disadap tandan kolkanya, biasanya air niranya akan banyak dan berkualitas baik. Tetapi jika pohon sudah terlalu tua, maka jumlah dan kualitas nira biasanya sudah menurun. 


Sabtu, 28 November 2020

Cara Membuat Gula Aren Cair


Dari nira.

Siapkan nira aren yang bagus. Ph minimal 6,3. Tuang nira ke wajan. Buang buihnya dengan sudip/sutil. Masak nira dengan api sedang dan konstan. Buang lagi buih jika ada. Setelah mendidih, masukkan tumbukan daging buah kemiri 1 butir untuk setiap 10 liter nira.  Terus diaduk perlahan. Setelah nira tampak mengental, uji kandungan gulanya dengan refraktometer B90. Angka minimal 70 brix. Optimal 72 brix. 

Jika kadar gula dimaksud sudah dicapai, turunkan wajan dari tungku. Salin gula cair ke dalam dandang atau wadah lain. Tutupi wadah dengan 2 lapis kain kasa. Biarkan 12 jam. Botolkan gula cair. Simpan di dalam kulkas sampai akan dijual atau dipakai. 

.

Dari gula cetak.

Cara membuat gula aren cair dari gula aren cetak.

Pilih gula aren yg bagus dan asli. Ciri cirinya sdh saya terangkan terdahulu di blog ini.

Hancurkan gula.

Masak dengan api sedang, 1 kg gula dgn 300 cc air bersih yg bening. Buang buih yg timbul jika ada dengan menggunakan sutil/sudip/sendok/erok. 

Masak sambil diaduk pelan sampai brix 72. Tuang gula ke dalam wadah berbahan aluminium/stainless steel/tembikar/keramik/kaca pyrex. Jgn ke wadah wadah berbahan plastik/melamin/timah/kuningan/tembaga.

Tutup dgn 2 lapis kain mori/kasa. 

Biarkan 12 jam pada suhu kamar.

Masukkan ke dalam botol dan tutup rapat. Simpan dalam lemari pendingin (kulkas) sampai akan dikonsumsi/dijual.





Minggu, 19 Juli 2020

Ciri Ciri Gula Aren Asli

                                               Gula aren asli produksi Mr. Lagenggong.

Beda antara gula aren asli dengan gula aren palsu.
.
Tekstur gula aren asli lebih halus dibandingkan dengan gula aren palsu atau gula aren yang dioplos dengan gula tebu atau dengan molase alias tetes tebu. Jika anda pegang, gula aren palsu (nganu) memiliki tekstur kasar dan berbutir-butir. Gula aren asli akan meninggalkan butiran halus spt kristal halus di tangan.

Rasa manis gula aren asli terasa legit dan tidak membuat batuk. Berbeda dengan gula aren nganu, jika kita konsumsi terasa sangat manis dan agak pahit.

Pada gula aren asli, jika anda potong maka di bagian dalam tidak terdapat lubang-lubang kecil. Namun, pada gula aren nganu anda akan melihat banyak lubang-lubang di bagian dalamnya.

Gula aren asli memiliki tekstur yang semi solid atau mudah dibuat remahan. Gula aren asli jika dipukul mudah sekali hancur. Berbeda dengan gula aren nganu, teksturnya cenderung keras, pejal dan jika dikerik menggunakan sendok, serpihan gula akan tercecer seperti kerikil.

Warna gula aren yang dicampur dengan gula tebu atau pemanis cenderung berwarna gelap dan jika dikerik dengan pisau, maka permukaannya ada yang mengkilat.

Rasa gula aren nganu cenderung terasa manis gula tebu. Sedangkan gula aren asli terasa manis sedang dan gurih serta memiliki citarasa yang khas. Juga aroma gula aren yang khas. Bukan aroma gula tebu atau gula pasir.

Warna gula aren asli, coklat kekuningan di bagian luarnya, dan berwarna lebih muda di bagian tengahnya. Gula aren nganu, warnanya lebih merata pada bagian luar dan dalam.

Gula aren asli sangat dibutuhkan oleh para penjual rujak, jamu, obat herbal, es cendol, dan untuk penderita diabetes. 

Gula aren campuran, biasanya dengan gula tebu, juga memiliki pasar tersendiri. Lazim dipakai untuk membuat kue, es krim, kolak, bubur, dan sebagainya. 






Selasa, 12 November 2019

Petuah-Petuah Menyadap Aren



1. Ciri pohon aren yang bagus itu atau yang banyak niranya adalah yang daunnya lemas (tidak kaku) dan permukaan daun sebelah atasnya berkilat (tidak buram) serta tandannya bulat, lembut (tidak keras saat diiris), bentuk tandannya melentur ke bawah dgn cepat atau bentuk ekor kuda (bukan yang lurus dulu ke atas lebih dari 40 cm baru melengkung ke arah bawah).
2. Jika nira sedikit yang keluar saat disadap, teruskan penyadapan 10 hari ke depan. Setiap menyadap, iris setebal 0,5 cm. Serelah jumlah nira normal, iris tipis 1 atau 2 mm saja. Pupukkan juga 1 kg urea dan 1 kg garam dapur untuk satu batang pohon aren,  di sekeliling perakaran pohon. Pemupukan berimbang sejak awal jauh lebih baik.
3. Jika nira terlalu banyak mengandung pati tepung, berlendir, maka setiap sebelum mengiris tandan, cuci seluruh bagian tandan dengan air dan cairan pencuci piring, Sunlight atau Mama Lemon. Setelah diiris, gosok bidang sadap dgn sebutir cabe rawit, sampai cabenya hancur. Jika sampai habis satu tandan disadap normal dan pati masih banyak yg keluar, maka bisa bolongi pangkal batang pohon sebesar koin rp.100 sedalam sepertiga diameter batang. Dari lubang itu kemudian akan keluar gel seperti kue ongol-ongol. Hal ini biasanya cukup efektif, namun akan  memperpendek umur pohon aren.
4. Jika nira cepat basi dan masam, itu biasanya karena proses dan/atau alat sadap kurang bersih. Atau nira kemasukan hewan/serangga/air hujan. Gunakan alat sadap dan wadah penampung nira yg sdh disterilkan. Gunakan juga pengawet nira alami yang tepat dan cukup. Bungkus seluruh bagian tandan sadap dan penampung nira dgn goni plastik yg bersih 2 lapis.
5. Nira yang dimasak lalu dicetak tapi tidak mau mengeras itu karena niranya sdh rusak/masam/terurai oleh bakteri dan jamur. Jagalah kebersihan alat dan proses penyadapan dan pengolahan nira dgn baik.



Senin, 12 November 2018

Cara Menanam Aren Di Lahan Gambut

CARA  MENANAM  AREN  DI  LAHAN  GAMBUT  DAN DI LAHAN MINERAL 

Edisi revisi 2021.

Oleh : Muhammad Isnaini (Bang Pilot),

KETUA DEWAN PENGAWAS DPP KOMUNITAS AREN INDONESIA.   

HP/WA 0813 7000 8997.

 

MENGENAL LAHAN GAMBUT..

Lahan gambut adalah lahan berupa hasil pelapukan bekas pepohonan dan hewan, yang pelapukannya belum sempurna. Karena itu lahan gambut kandungan organiknya sangat tinggi (lebih dari 25%) dan biasanya tanahnya bersifat masam atau ber-PH rendah; umumnya di bawah 5. Lahan gambut di daerah pedalaman galibnya phnya lebih rendah dari pada lahan gambut di tepian pantai, karena di tepian pantai ada intrusi air laut yang bersifat basa (alkali) dan mengandung mineral- mineral. Lahan gambut tepian pantai pun menjadi lebih subur karena adanya intrusi air laut tadi, tetapi juga menjadi masalah bagi pertanaman di sisi yang lain.  Yakni ancaman cekaman salinitas atau kadar garam yang terlalu tinggi.

Berdasarkan kedalamannya, lahan gambut dibagi menjadi 4 kategori, yakni gambut dangkal dengan kedalaman  0,5 sd. 1 meter, gambut sedang antara 1 sd. 2 meter, gambut dalam antara 2 sd 4 meter dan gambut sangat dalam dengan kedalaman lebih dari 4 meter. Di bawah kedalaman gambut itu biasanya didapati lapisan pasir, bebatuan, tanah mineral atau bahkan batubara muda.

Berdasarkan warnanya, kita dapat juga membagi karakter lahan gambut. Gambut yang berwarna lebih tua adalah gambut yang sudah lebih terurai, sehingga menjadi lebih memungkinkan untuk ditanami. Biasanya lapisan gambut ini terletak di sebelah atas dengan warna coklat kehitaman. Lapisan bawahnya akan berwarna lebih muda, coklat tua, coklat muda sampai kekuningan. Gambut yang berwarna lebih muda adalah gambut yang masih sedikit terurai, meski pun usianya bisa saja lebih tua. Semakin muda lapisan gambut, biasanya ph-nya semakin rendah. 

Sebagai acuan dasar, aren dapat tumbuh dengan baik pada lahan ber ph 5,5 sd. 8. Idealnya ada di level 6 sd. 7. Untuk menaikkan ph (derajat keasaman) satu digit pada lahan 1 ha, maka dibutuhkan 3 ton kapur pertanian (kaptan) atau dolomit, yang diaplikasikan empat kali. Masing-masing 750 kg ditabur tipis merata tiap tiga bulan.

Lahan gambut yang dapat ditanami dengan tanaman aren adalah lahan yang kedalaman gambutnya kurang dari 4 meter dan sebaiknya kedalaman lapisan atasnya yang berwarna tua lebih dari 40 cm. Jika kedalaman gambut lebih dari 4 meter, maka biasanya ph gambut itu termasuk sangat asam (kurang dari 4) dan ada kemungkinan tanaman sulit untuk tumbuh berdiri dengan tegak. Karena itu tidak jarang kita menemukan tanaman kelapa dan kelapa sawit yang rebah pada lahan gambut sangat dalam dan setengah rebah pada lahan gambut dalam. Pada lahan gambut kedalaman sedang, kita akan menemukan tanaman kelapa atau sawit yang pangkal batangnya membengkok, lalu batang dapat tumbuh dengan tegak karena akar sudah dapat mencapai lapisan bawah yang lebih stabil.

Untuk ditanami, lahan gambut sebenarnya cukup subur, atau berpotensi untuk menjadi cukup subur. Masalah utamanya adalah ph yang rendah dan cekaman air tanah terhadap akar tanaman, karena biasanya air tanah pada lahan gambut terletak sangat dekat, terutama di sepanjang musim penghujan. Ph yang rendah dan cekaman air selain membuat bagian akar tanaman sulit menyerap unsur hara, juga memperbesar potensi serangan jamur akar. 

Gambut sendiri dikenal dapat menyimpan air sampai dengan 100 kali berat massa keringnya, sehingga gambut disebut sebagai bank air atau penyimpan air yang sangat baik.  

Di banyak tempat di Indonesia, proses  pelapukan gambut itu berlangsung dengan lambat karena kurangnya pasokan oksigen di kedalaman gambut. Sehingga bakteri pengurai aerob sulit untuk berkembang biak. Pada lahan gambut yang selalu terendam air, proses pelapukan menjadi lebih lambat. Aplikasi sistim biopori dengan penyuntikan larutan bakteri pengurai dapat mempercepat proses pelapukan bahan organik yang terkandung di lahan gambut.  

Untuk ditanami, lahan gambut harus disiapkan dengan baik. Beberapa perhitungan yang patut untuk dijadikan sebagai pertimbangan adalah masalah kekeringan gambut di musim kemarau, ancaman kebakaran, ph yang rendah, kecepatan pertumbuhan gulma, intrusi air asin pada lahan gambut tepian pantai yang bisa menyebabkan cekaman salinitas (kadar garam) pada akar tanaman, kesulitan transportasi karena lahan yang masih labil, penurunan ketinggian lahan gambut, dan sebagainya. 

Kita ingin menjadikan lahan gambut sebagai salah satu penopang kehidupan manusia tanpa harus terlalu banyak mengurangi fungsi gambut sebagai salah satu stabilisator habitus air dan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Penanganan gambut yang salah  hanya  akan  menyisakan  kegagalan  usaha  dan  kerusakan  lingkungan  hidup.  Karena  itulah  penulis  berpendapat  agar gambut dengan kedalaman lebih dari 4 meter sebaiknya tetap dijadikan sebagai vegetasi hijau tanpa eksploitasi ekonomi. 

2. PERSIAPAN  LAHAN DAN PENANAMAN

Bertani itu jangan terburu-buru. Semua harus dipersiapkan dengan baik agar tingkat kegagalan dapat diperkecil. Lebih baik kita membuat persiapan yang cukup namun berhasil, dari pada harus belajar dari kegagalan. Karena biasanya kegagalan itu biayanya mahal.-  

Teknik persiapan lahan gambut berbeda-beda caranya, disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut itu sendiri.

Sebagai catatan, jarak tanam aren jenis aren genjah secara monokultur sebaiknya adalah 4x6 meter. Terdapat 416 titik tanam dalam satu hektar lahan. Untuk aren jenis semi dalam dan aren jenis dalam, jarak tanam sebaiknya dibuat 3 x 10 meter. Pengaturan jarak tanam ditentukan  dengan pemancangan atau pemasangan ajir. Jarak tanam 4 dan 3 meter membujur Utara-Selatan. Sedangkan jarak tanam yang 6 dan 10 meter dibuat membujur Timur ke Barat. Ada pun jarak tanam untuk sistim tumpangsari, maka disesuaikan dengan jenis tanaman penumpangsari itu. Jika tumpangsari dengan serai  wangi, pepaya, jeruk, pisang, nenas, dan lain-lain tanaman rendah, maka jarak  tanam dapat dibuat  menjadi  3x12  meter.  Jarak tanam  aren  yang  12  meter  itu dibuat  membujur  dari  Utara  ke  Selatan, sehingga sinar matahari dapat dengan leluasa memasuki area tanaman tumpangsari, dari arah Timur hingga ke Barat. Jarak tanam dalam barisan sejauh 3 meter tetap dipertahankan dengan pertimbangan kemudahan membuat jembatan layang antar pohon agar proses penyadapan nantinya dapat dilakukan dengan lebih mudah dan cepat. 

Jembatan  layang  dibuat  berbahan  bambu,  sehingga  dianjurkan  juga  untuk  menanam  20  rumpun  bibit  bambu  untuk  setiap hektar lahan aren monokultur. Jenis bambu yang baik adalah bambu wulung hitam, karena jenis bambu ini tidak disukai oleh kumbang bubuk. Hal ini disebabkan karena kandungan pati pada bambu wulung sangat rendah (kurang dari 3%) dan kandungan silika-nya yang tinggi. Penanaman bibit bambu dilakukan di sisi Utara atau Selatan lahan agar tidak menghalangi sinar matahari untuk kebun aren.  

Tanaman tumpangsari kemudian ditanam pada lorong selebar 12 meter itu. Jarak tanamnya tentu disesuaikan dengan jenis tanaman penumpangsari. Untuk kakao dan pepaya, tentu jaraknya 3x3 meter. Jeruk nipis 3x4 meter. Pisang 2x3 meter. Untuk nenas 40 x 60 cm. Serai wangi 1x1 meter. Dan sebagainya.

Ada pun jarak antara tanaman tumpangsari dengan tanaman aren di kedua sisi diatur sesuai pula dengan jenis tanaman penumpangsari. Yang menjadi dasar perhitungan adalah umur periodik tanaman penumpangsari dan kecepatan perkembangan kedua jenis tanaman. Pada tanaman pisang barangan misalnya, yang memiliki umur periodik satu tahun, dengan lebar tajuk 4 meter, maka titik tanam terdekatnya dari titik tanam aren pada penanaman perdana adalah 3 meter. Berarti, pada lorong bselebar 12 meter tadi, bisa ditanam pisang sebanyak 3 baris.

Pada lahan gambut yang sangat dangkal, dengan kedalaman kurang dari 50 cm, dan biasanya lahan ini tidak dimasukkan ke dalam kategori lahan gambut, maka cara persiapan lahannya sama dengan cara persiapan lahan non gambut, yang akan kami uraikan di bawah.

Selanjutnya lakukan pembersihan lahan dari gulma pengganggu. Lalu gali lubang ukuran minimal 40x40x40 cm, jarak tanam disesuaikan dengan keinginan. Bubuhi tanah galian dengan 3 kg pupuk organik. Cacah tanah galian agar lebih melebar lalu semprot dengan larutan EM4 atau larutan bakteri pengurai lainnya yang sudah dicampur dengan pupuk mikro semisal Gandasil D atau lainnya. Dosis masing-masing 3 cc/gram perliter air. Tiga hari kemudian taburkan merata 150 gram dolomit pada tanah galian itu. Biarkan selama seminggu. Akan lebih baik jika ada hujan turun dalam kurun waktu seminggu itu. Lalu masukkan tanah galian ke dalam lubang sedikit demi sedikit menggunakan cangkul agar tanah tercampur lebih merata. Buka dan buang polibag bibit. Tanam bibit aren di tengah  bagian  atas  lubang.  Kedalaman  level  atas  bola  tanah  bibit  setara  dengan  level  tanah  lahan.  Pemadatan  dilakukan sekedarnya  agar  tanaman  tidak  tumbang  atau  miring.  Lalu  taburkan  50  gram  pupuk  NPK 16-16-16  di  sekitar  piringan.  Jaga penaburan agar pupuk tidak bersentuhan langsung dengan batang tanaman.

Pada lahan yang cenderung kering, kedalaman level tanah dalam lubang tanam dibuat 6 atau 7 cm lebih rendah dari pada level tanah. Artinya, dibuatkan lembah tangkapan air atau rorak. Ini berguna untuk tangkapan air saat dilakukan penyiraman dan pemupukan. Air siraman tidak melebar ke mana-mana dan pupuk tidak hanyut oleh air hujan. 

Pada lahan yang miring, dibuatkan terasering atau tapal kuda dan rorak juga. 

Pada lahan gambut yang sering tergenang air, maka sebaiknya dibuatkan kanal air primer dan sekunder. Kanal air sekunder berkedalaman 1 meter pada setiap jarak sisi lahan 50 meter, dengan pintu air pengatur pada kanal primer atau kanal utama. 

Penanaman bibit aren dilakukan pada saat awal musim penghujan atau disesuaikan dengan level air tanah yang tercipta. Artinya, penanaman dilakukan saat air sudah bisa mulai surut di sebagian besar lahan. 

Jika tidak memungkinkan untuk membuat kanal berpintu air, maka dibuatkan guludan sesuai dengan jumlah titik tanam. Tinggi guludan minimal 30 cm lebih tinggi daripada ketinggian level air saat puncak genangan. Diameter puncak guludan 75 cm pada ketinggian guludan 50 cm dan diameter 1 meter pada ketinggian 75 cm. 

Cara  membuat  guludan  :    cangkul  tanah  hingga  tercipta  tumpukan  tanah  setebal  20  cm,  taburkan  merata  pupuk  organik, semprot merata dengan larutan EM4 atau biang bakteri pengurai lainnya, yang sudah dicampur dengan Gandasil D atau pupuk mikro lainnya, dosis masing-masing 3 cc perliter air, lalu taburkan dolomit tipis merata. Begitu seterusnya setiap 20 cm hingga tercapai ketinggian yang diinginkan. Jumlah dolomit keseluruhan untuk tiap guludan sebanyak 1 kg dan jumlah pupuk organik 5 kg untuk setiap  guludan.    Kemudian  padatkan  bagian  sisi  guludan  agar  tidak  mudah  terkikis  air  hujan.  Pada daerah  yang  hujannya cenderung lebat, baik juga jika guludan ditutup dengan mulsa plastik hitam perak untuk mengurangi pengikisan tanah oleh air hujan. Ada pun bagian piringan tanam berdiameter 30 cm tidak ikut ditutupi. Warna perak diletakkan di sebelah atas. Ini akan berguna  untuk  membuat  pantulan  sinar  matahari  juga  dapat  mencapai  bagian  bawah helai  daun,  hingga  potensi serangan hama di bawah daun akan menjadi lebih sedikit. Tetapi cara ini akan mengurangi kecepatan perkembangan bakteri pengurai aerob yang  membutuhkan  oksigen.  Karenanya,  pembuatan  sayatan  berbentuk  huruf  V  ukuran  5  cm  pada  sekeliling  mulsa dilakukan agar kedua masalah dapat teratasi dengan cukup baik. 

Satu bulan setelah selesai pembuatan guludan, cabutlah pancangan. Lalu penanaman dilakukan dengan penggalian sedikit di puncak  guludan.  Pemadatan  dilakukan  sekedarnya  agar  tanaman  tidak  tumbang  atau  miring.  Kemudian  taburkan  50  gram pupuk NPK di sekitar piringan. 

Setelah  selesai  penanaman,  semprotlah  seluruh  bagian  tanaman  dan  piringan  tanaman  dengan  larutan  fungisida  hayati trichoderma  atau  gliocladium.  Bisa  yang  bermerk  Saco-p,  SuperTrico,  SuperGlio  atau  yang  lainnya.  Dosis  lihat  kemasan.  Ini untuk  mencegah  berjangkitnya  penyakit  karat  daun,  hawar  daun,  bercak  daun  dan  busuk  akar  akibat  jamur  patogen. Penyemprotan fungisida hayati selanjutnya setiap satu bulan sekali. Bisa juga dengan menggunakan fungisida kimia sistemik. Misalnya merk Benlate, Bendas, Bayleton, Benlok, dll.  Campurkan juga perekat agar larutan fungisida tidak cepat tercuci air hujan. Semua dapat dibeli di toko pertanian. 

Pada lahan gambut kedalaman sedang dan pada gambut dalam, cara melakukan penanaman sama dengan cara di atas, hanya saja tentu dengan memperhatikan genangan air pada lahan. Genangan air diatasi dengan cara membuat kanal berpintu air, atau dengan cara membuat guludan. Aplikasi biopori dengan penyuntikan larutan bakteri pengurai cukup dianjurkan pada kedua jenis lahan ini. Larutan EM4 atau sejenis dengan dosis 3 cc per liter air disuntikkan setiap 6 bulan sebanyak 4 kali. Ada pun jumlah lubang sebaiknya 4 buah per pohon tanaman, yang letaknya di sekeliling piringan terluar tanaman. 

Peringatan-peringatan  akan  bahaya  kebakaran  lahan  gambut  juga  dipasang  di  sekitar  lokasi  penanaman  aren.  Hal  ini diharapkan akan mengurangi terjadinya kebakaran lahan gambut di musim kering akibat kecerobohan manusia. 

Selanjutnya adalah pengendalian gulma di lahan. Minimal piringan tanam harus bersih dari gulma.  Bagian  lahan  yang  masih  terbuka  dapat  ditanami  dengan  serai  wangi  atau  rumput  gajah.  Serai  wangi  merupakan  bahan produksi minyak atsiri yang cukup baik harganya. Rumput gajah merupakan sumber pakan hewan ternak ruminansia yang baik. Sedangkan kotoran dan urin hewan ternak itu dapat dipakai sebagai sumber pupuk organik bagi kebun aren.  

Dapat juga dilakukan penanaman nenas madu, yang pangsa pasarnya lumayan baik.  

3. PEMILIHAN BIBIT AREN..

Bibit  aren  yang  akan  ditanam  haruslah  bibit  yang  baik.  Biji untuk bibitnya  berasal  dari  indukan  terpilih.  Sejarah  penyadapannya  bagus. Tandan buahnya tidak lebih dari 5 tandan. Dan berasal dari jenis aren yang cepat berproduksi. Jika kriteria itu terpenuhi, maka bisalah dibuat bibit sendiri. Tetapi jika sulit mendapatkannya, maka bisa dilakukan pembelian bibit kepada penangkar yang terpercaya. 

Cara terbaik mendapatkan bibit aren yang sesuai dengan lahan gambut adalah dengan membeli bibit aren yang masih berumur 4 sd. 5 bulan dan berdaun dua atau tiga helai. Bibit seperti ini biasanya harganya masih murah, pengangkutannya mudah, polibagnya masih kecil, tingkat kehidupannya sudah baik dan masih dapat dilakukan proses adaptasi dan aklimatisasi di lahan bakal kebun aren atau di daerah sekitarnya yang beriklim sama. Pembesaran, adaptasi dan aklimatisasi dilakukan karena asal bibit yang lain daerah dan biasanya bibit aren dibuat orang di bawah paranet dan di dalam sungkup plastik. Bibit yang berasal dari area teduh jika langsung ditanam akan mengalami shock cuaca dan sering stres bahkan mati. 

Salin polibag bibit yang dibeli dengan polibag berukuran 18x25 cm. Tanah tambahan pengisi  polibag adalah tanah gambut jua. Ini  akan  membiasakan  bibit  beradaptasi  dengan  gambut.  Bagian  teratas  polibag  diisi  dengan  abu  janjang  sawit  atau  arang sekam setebal 3 cm. . Ini akan sangat membantu mengurangi serangan jamur daun. Bahan penggantinya adalah tanah kapur jika abu janjang atau sekam bakar tidak didapat. 

Susun bibit di tempat yang terkena panas.Untuk 100 batang bibit akan membutuhkan tempat sekitar 1,5 meter persegi. Jadi dalam lokasi berukuran 1,5 x 10 meter akan muat untuk 1.000 batang bibit aren.  Siram bibit setiap sore. Lakukan pengendalian hama dan penyakit. Biasanya yang menyerang hanya penyakit bercak daun, karat daun dan hawar daun. Pencegahan dengan fungisida hayati dan pengendalian dengan fungisida kimia sistemik. Penyemprotan dilakukan  setiap  1  bulan.  Jika  ada  serangan,  pisahkan  bibit  yang  terkena, potong dan buang daun yang sudah terkena serangan yang parah. Lakukan penyemprotan fungisida terhadap bibit yang sakit itu dengan interval 7 hari. Jangan lupa menambahkan perekat. 

 


Pemupukan  bibit  dilakukan  dengan  menyemprotkan  larutan  pupuk  cair  semisal  Bayfolan  atau  sejenis  setiap  bulan.  Dosis maksimal 2 cc perliter air. Baik juga jika dicampur dengan agen biohayati semisal pupuk Jimi Hantu atau lainnya. Tidak boleh mencampur pupuk dengan fungisida dan/atau perekat. Interval antara pemupukan dan aplikasi fungisida adalah 3 hari. 

Cara pemupukan lain yang lebih baik adalah dengan melarutkan 100 gram pupuk NPK ke dalam 10 liter air, dan disiramkan kepada 100 polibag bibit. Lakukan setiap 30 hari.

Jika dirasa repot mengurus bibit, maka bisa membeli bibit aren siap tanam. Tetapi tentu harganya lebih besar dari pada harga bibit yang masih kecil. Seorang penangkar bibit di desa Petatal yang bernama Bang Pilot, misalnya, beiau menjual bibit aren siap tanam umur setahun seharga rp.12.000. Tinggi bibit itu sekitar 70-80 cm.

Jika menggunakan bibit yang berumur lebih dari setahun, sedangkan polibagnya tetolong kecil, maka sebaiknya semua daunnya dipotong, kecuali pupusnya. Jika tidak, maka besar kemungkinan akan terjadi dehidrasi akibat daun yang sudah banyak sementara akarnya belum membumi.

Jika bibit aren dibeli yang siap tanam, maka lakukan aklimatisasi sebagai berikut. Setelah lahan dibersihkan dan belum dibuat lubang tanam, maka letakkan bibit bersusun di dekat lahan atau di daerah sekitar lahan. Siram secukupnya setiap sore hari. Semprot dengan fungisida jika bibit terlihat mengalami serangan bercak daun. Begitu selama 10 hari atau sampai lubang tanam siap untuk penanaman. Bibit akan mulai terbiasa dengan iklim sekitar. 

Menanam bibit tanpa proses aklimatisasi sering menyebabkan tingkat kematian yang tinggi pada tanaman aren.

Pemupukan.  

Pemupukan selanjutnya, umur 0 sd. 3 tahun adalah dengan 6 kg pupuk organik dan 250 gram pupuk NPK 16-16-16 perpohon. Aplikasi dilakukan tiap 4 bulan. Pupuk NPK ditaburkan merata di sekitar perakaran dalam piringan, sedangkan pupuk organik ditumpuk menjadi dua bagian di dalam piringan. 

Aplikasi  penyemprotan  piringan  lahan  dengan  EM4  atau  yang sejenis  setiap  4  bulan.  Baik  juga  jika  dilakukan  setelah  aplikasi pemupukan. Karena bakteri pengurai juga akan membantu menguraikan pupuk NPK dan pupuk organik sehingga menjadi lebih matang dan mudah diserap oleh bulu akar tanaman.  

Aplikasi 500 gram dolomit setiap 6 bulan dengan interval antara pemupukan selama 2 bulan.  Dolomit kurang baik diberikan secara  bersamaan  dengan  pupuk  karena  dolomit  dapat  mengikat  unsur  N  dan  unsur  P  sehingga  tanaman  sulit  untuk menyerapnya.

Pemupukan  selanjutnya,  untuk tanaman umur  3  sd.  6  tahun  adalah  dengan  10  kg  pupuk  organik  dan  350  gram  pupuk  NPK..  Aplikasi dilakukan tiap 4 bulan. Pupuk NPK ditaburkan merata di sekitar perakaran dalam piringan, sedangkan pupuk organik ditumpuk menjadi dua bagian di dalam piringan.

Aplikasi dolomit dan bakteri pengurai biasanya sudah kurang dibutuhkan. 

Pemupukan pada masa produksi dengan pupuk urea 500 gram, TSP 500 gram, KCL 350 gram, 10 gram pupuk borate dan 10 gram pupuk MgO per pohon per 4 bulan.  

Pemupukan secara organik alami dapat juga dilakukan dengan hanya menggunakan pupuk kandang yang berasal dari kotoran dan urin kambing yang sudah matang difermentasi. Pemupukan dilakukan setiap 6 belan dengan jumlah pupuk satu kali aplikasi adalah umur tanaman dikali 3 kg. Jadi, untuk tanaman aren umur 4 tahun misalnya, diberikan pukan matang kering sebanyak 12 kg setiap 6 bulan.  

PENGENDALIAN GULMA.. 

Pengendalian gulma dalam piringan dilakukan secara manual, dengan cara dikoret atau digaruk. Ada pun untuk  gulma di luar piringan dapat dilakukan aplikasi herbisida kontak semisal Herbatop, Paratop, Gramoxone, dll. Aplikasi dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. 

PENGENDALIAN PENYAKITPenyakit yang biasanya menyerang tanaman aren tidaklah sebanyak yang menyerang tanaman sawit. Jika ada gejala serangan bercak daun, hawar daun atau karat daun,  dapat dikendalikan dengan aplikasi fungisida hayati mau pun fungisida kimia seperti yang telah dijelaskan di atas. Penyemprotan sebaiknya dilakukan dari arah bawah daun juga. Agar penyucian zat aktif oleh air hujan dapat berkurang.  Aplikasi pengocoran bubur bordo mungkin dibutuhkan jika ditemukan gejala busuk akar, yang ditandai membusuknya akar yang ada di dekat pangkal batang.

                                                                Contoh merk fungisida.                              
Contoh merk perekat.

 PENGENDALIAN HAMA.

Secara umum, hama tanaman aren sama jenisnya dengan hama pada tanaman kelapa sawit. Yakni tikus, babi hutan, landak, monyet dan kumbang tanduk. Serangan tikus, babi dan landak dapat diatasi dengan pembersihan lahan, pemagaran individu dengan kaleng atau jala bekas, pemagaran kebun dengan seng bekas, pembuatan parit, aplikasi racun hama seperti klerat dan thimex, dll.  Untuk  kumbang  tanduk  yang  biasanya  menyerang  mulai  umur  2  tahun  sd.  umur  4  tahun,  maka  bisa  dilakukan  pembuatan perangkap feromon, aplikasi karbofuran seperti merk Curater, Marshal, Furadan dll di pucuk dan pelepah, dengan penaburan 10 gram di pucuk dan 10 gram di perakaran. Bisa juga dengan membuat perangkap jaring berlampu. Jaring ikan benang halus mata 3/4 dipasang di ketinggian 2 sd. 3 meter dengan 4 buah tonggak kayu berbentuk petak ukuran 2x2x2 meter, jaringnya dipasang 2 lapis, lalu diletakkan lampu neon hemat energi  biasa di tengahnya pada malam hari. Kumbang akan tertarik mendekat lalu terjerat oleh jaring. Lampu bisa menggunakan lampu rechargerable atau lampu led taman tenaga surya portable yang otomatis hidup bila hari sudah gelap dan mati bila hari sudah terang. Jenis lampu ini sudah banyak dijual secara online.  Harganya berkisar Rp.40.000/unit. Lampu harus menggunakan pelindung hujan. Satu ha membutuhkan 4 titik perangkap di tengah kebun aren. Cara ini cukup efektif dan bebas racun. Pemasangan perangkap jaring lampu ini biasanya dilakukan mulai umur tanaman aren 2 sd. 4 tahun. Atau mulai ditemukannya serangan kumbang badak penggerek itu hingga dianggap sudah aman.    

Di antara semua hama, hama monyet termasuk yang agak sulit diatasi. Namun teman-teman petani tidaklah kurang akal. Di antaranya mereka menggunakan mercon terbang untuk menakut-nakuti gerombolan monyet. Dan cara lain yang dianggap paling baik.

PEMBERSIHAN IJUK.

Pada  umur  5  tahun  untuk  aren  genjah  dan  umur  6  tahun  untuk  aren  dalam,  maka  dilakukan  pembersihan  ijuk.  Biasanya pembersihan dilakukan oleh pembeli ijuk. Petani hanya tinggal menimbang dan menerima uang hasil penjualan ijuk itu.  Hargta ijuk tidaklah mahal, hanya beberapa ribu rupiah saja per kilogramnya. Ijuk dipakai untuk sapu, penyaring air, atap rumah adat, dan pada kualitas terbaik dipakai untuk pengisi jok mobil mewah.  Pembersihan ijuk turut akan memacu keluarnya tandan buah dan tandan sadap pada pohon aren.  

PENYADAPAN.

Bagaimana  proses  penyadapan  sebaiknya  dipelajari  secara  praktek.  Karena  jika  hanya  teori  saja  tidak  akan  bisa  berhasil. Komunitas Aren Indonesia sedang berusaha membuka 8 pusat pelatihan bagi calon penyadap. Di Kaltim, Sulsel, Jateng, NTB, Riau, Bengkulu dan 2 unit di Sumut. Pelatihan dilakukan selama 1 bulan dengan sistim training on trainer. Sehingga peserta yang sudah lulus akan  dapat  menjadi  penyadap  aren  sekaligus  sebagai  pelatih  di  daerahnya.  Pelatihan  juga  menyediakan  paket  latihan  cara memasak nira menjadi gula aren dan cara membuat gula semut. 


CARA MENANAM AREN DI LAHAN MINERAL/NON GAMBUT.

 











 




               













NB : Jarak tanam 3 x 10 meter lebih dianjurkan.

Aplikasi dolomit cukup 500 kg per ha per 5 tahun, jika ph tanah sudah mendekati normal.

Asalkan tidak kebanjiran sampai daun tanaman ikut terendam, tanaman aren akan baik-baik saja. Namun pertumbuhan cenderung melambat. Karena itu, saluran irigasi dibutuhkan pada lahan rawa/basah. 

Aplikasi pupuk secara dibenamkan itu jauh lebih baik dari pada aplikasi pupuk secara tabur.

 

Demikianlah buku petunjuk budidaya aren ini kami susun. Jika ada yang kurang jelas, silahkan konsultasi gratis di chat Whatsapp nomor hp.0813 7000 8997. Sumbang saran membangun pasti dibutuhkan demi perbaikan buku ini di masa depan.

Sekian dan terima kasih.

Untuk teknik penanaman bibit aren di lahan kering mineral, bisa disaksikan di tayangan video yg kami unggah di

https://youtu.be/sSBRKTuV5wM

Bagi yang membutuhkan bibit aren, baik jenis aren genjah mau pun aren dalam, bisa menghubungi penulis di Hp/Wa 0813 7000 8997 .
.
Trims. Wasalam. Salam sukses petani aren Indonesia!
Merdeka!!





Selasa, 25 September 2018

Hama dan Penyakit pada Tanaman Aren serta Pengendaliannya

Di dunia ini, hampir tidak ada tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit. Begitu juga dengan tanaman aren. Karenanya, dibutuhkan langkah-langkah antisipasi dan langkah-langkah pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit itu.
.
Hama.
Tanaman aren muda termasuk rentan terhadap serangan hewan pengerat, seperti tikus dan landak. Juga babi hutan dan monyet. Keempat hewan ini mengincar pupus (umbut) atau bakal daun muda aren yang lunak lembut dan rasanya manis. Bila umbut aren ini dimakan oleh tikus, landak atau babi hutan, maka alamatlah tanaman akan mati. Namun, jika yang menyerang adalah monyet, masih ada harapan tanaman akan tumbuh kembali. Karena biasanya monyet mencabut daun pucuk lalu melahapnya. Biasanya pucuk akan terubus atau tumbuh kembali. Namun tentu saja ini cukup memperlambat pertumbuhan tanaman. Sedangkan ketiga hama lainnya, memakan umbut aren itu dari pangkalnya. Tanaman pun musnah.
Kejadian yang sama juga terjadi pada pertanaman sawit, kelapa, pinang, kurma dan palma lainnya.
.
Langkah antisipasi dan pengendalian :
Pembuatan pagar keliling lahan.
Pembersihan lahan dari semak belukar.
Pembuatan parit gajah di sekeliling kebun.
Pemasangan umpan racun.
Pemasangan pengaman pangkal batang tanaman dengan kaleng atau botol bekas air mineral.
Pemasangan perangkap.
Penyisipan tanaman yang mati.
.
Hama lain.
Pada umur 1 tahun sampai dengan 4 tahun, tanaman aren terkadang diserang oleh kumbang penggerek pucuk. Kumbang melubangi pelepah aren hingga menembus sampai ke umbutnya. Di sana ia meletakkan telurnya yang kemudian berkembang menjadi pupa lalu menjadi kumbang kecil.
Biasanya, pada sarang telur kumbang itu terjadi pembusukan umbut, dan ini bisa menyebabkan kematian pada tanaman aren.
.
Pengendalian.
Pemasangan perangkap feromon.
Pemasangan perangkap jaring lampu.
Aplikasi insektisida sistemik slow release pada tiap pucuk tanaman.
.
Penyakit.
Sama seperti sawit dan pinang serta palma lainnya, penyakit yang perlu diwaspadai pada tanaman muda aren adalah penyakit karat daun, bercak daun dan hawar daun. Penyebabnya adalah jamur patogen.
.
Pengendalian.
Irigasi yang baik.
Aplikasi dolomit sejak awal.
Aplikasi pupuk phosphat sejak awal.
Aplikasi fungisida sistemik dan kontak pada tanaman yang terserang.
.
Untuk hama dan penyakit lain, belum ada yang kami temukan dalam jumlah yang signifikan di lapangan.

Demikian kami paparkan tentang hama dan penyakit pada tanaman aren, semoga dapat berguna.



Sabtu, 20 Januari 2018

Tulisan-Tulisan Kami Tentang Aren Selanjutnya

Silahkan temukan tulisan-tulisan saya yang lain tentang aren dengan cara mencarinya lewat mesin pencari internet (browser) dengan kata kunci : bang pilot kompasiana aren. Saya adalah salah satu penulis terverifikasi di Kompasiana, sebuah blog milik Kompas Group.

Bagi yang ingin membeli bibit aren jenis genjah dan jenis dalam, bisa menghubungi saya di hp/wa 0813 7000 8997. 

Bibit aren tinggi 40 cm harga rp.4.000/batang.
Tinggi 70 cm harga rp.7.000/batang.
Harga sama untuk kedua jenis bibit aren. 
Juga tersedia aneka bibit tanaman lainnya. 
UKM.Tani Muda.
Lokasi di Dusun 3 Desa Petatal, Lima Puluh, Batubara, Sumut.
Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. 

Terima kasih. 



Kamis, 06 April 2017

Aren Bukanlah Tanaman Hutan !

Kebun aren milik Bapak Nasrullah

Beberapa orang berpendapat bahwa aren (enau) adalah tanaman hutan, hingga tak mesti dirawat dengan baik ketika dibudidayakan. Cukup dibiarkan saja, maka pada saatnya ia akan memberikan hasil sesuai harapan petaninya. 

Bahkan yang lebih ekstrim lagi, ada yang berpendapat bahwa aren tidak boleh dipupuk dan dibersihkan gulmanya. Mereka mengatakan bahwa bila tanaman aren dipupuk, maka akan menyebabkan tanaman menjadi tidak bisa menghasilkan air nira, bila dibersihkan gulmanya, maka air niranya akan sedikit.

Pendapat seperti itu jelas salah. Betapapun, aren adalah tumbuhan yang membutuhkan asupan unsur hara yang cukup agar ia tumbuh dengan baik dan cepat berproduksi. Ketika mula ditanam, jarak tanam harus diatur,  lubang tanam ukurannya harus  cukup, lembah tangkapan air disiapkan, peneduh dibuat, pemupukan rutin, pengendalian gulma, pemberantasan hama dan penyakit, bahkan bila perlu dilakukan penyiraman. 

Tanaman jenis apapun tidak akan memberikan hasil yang memuaskan, bila ditanam namun tidak dirawat dengan baik. Tanaman yang dibiarkan, mungkin tetap akan memberikan hasil, namun tidak akan bisa menyamai hasil dari tanaman yang ditanam dan dirawat sesuai standart perawatan sesuai jenis tanaman itu. 

Karena itu, bila dibudidayakan aren, maka tanamlah sesuai panduan yang ada. Rawatlah dengan baik. Maka kebun aren Anda akan memberikan hasil yang melimpah.  Hal ini sudah dibuktikan oleh para pekebun aren di Nusantara, juga di Malaysia. Mereka merawat kebun arennya sama seperti pekebun lain merawat tanaman sawit, karet, pala, durian, mangga, dan lain-lain.

Jangan lupa untuk saling berbagi rejeki jika Anda sudah makmur. Karena sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi manusia yang lain. Ada banyak janda penanggung anak yatim yang sebaiknya Anda nafkahi kebutuhan zahir, bathin dan kebutuhan biologisnya. Tentu dengan dihalalkan terlebih dahulu. Berbagi itu indah. 
Kuncinya, ikhlas.
Dan berani. 

Mari. 





Cara Membuat Pengawet Nira Alami

Salam tani Indonesia! 

Air nira aren sadapan yang ditampung di pohonnya, harus diberi campuran pengawet. Jika tidak, maka air nira akan berubah menjadi basi dan berasa asam. Hal ini terjadi karena penguraian molekul glukosa oleh mikroba. Mikroba ini biasanya berupa bakteri.

Untuk mencegah berubahnya kualitas nira sampai nira dimasak, maka harus dibuatkan pengawet. Cara kerja pengawet adalah membuat suasana medium menjadi lebih basa (lawan asam), sehingga mikroba mejadi lambat berkembang.

Nira yang sudah masam, dengan ph kurang dari 6,0 sudah kurang baik dijadikan gula aren, apalagi gula semut.

Sebenarnya, pengawet makanan yang banyak dijual di pasaran, semisal asam benzoat konsentrasi 0,1 sd. 0,2%, dapat dipergunakan dan ini memenuhi standar kesehatan. Namun, untuk lebih hematnya, kami akan uraikan car membuat sendiri pengawet nira dari bahan alami yang mudah di dapat dan murah harganya.

1.Cincang kasar 2 kg kayu nangka, kayu cempedak, kayu manggis atau kayu mangga yang masih segar. Kulit kayunya diikutkan. Masukkan ke dalam wadah.  Larutkan 1 kg kapur sirih atau kapur tohor dengan 2 liter air panas baru mendidih. Tuangkan ke dalam wadah berisi cincangan kayu tadi. Tutup wadah secara biasa saja. Simpan di tempat teduh selama 3 hari. Aduk setiap hari sekali.

2. Aduk lalu tuangkan airnya 250 cc ke dalam penampung nira yang akan dipakai untuk menampung tetesan nira di pohon aren. Ini cukup untuk mengawetkan nira aren yang diperkirakan akan menetes sebanyak 10 liter. Jika perlu, boleh ditambah sesuai perkiraan banyaknya nira.

3.Jika air dalam wadah sudah habis, maka bisa ditambahkan kembali larutan kapur tohor dan disimpan lagi 3 hari. Setelah itu habis, maka cincangan kayu harus diganti.

4.Air rendaman cincangan kayu akan berwarna kuning kecoklatan. Ini memang begitu.


5.Selamat bekerja dan terima kasih sayang.  



SANGAT PENTING : JAGA JARAK TANAM !

Dalam dunia pertanian, jarak tanam yang optimal itu sangatlah penting. Karena, jika kita menanam terlalu rapat, maka tanaman akan menderita,...