Selasa, 25 September 2018

Hama dan Penyakit pada Tanaman Aren serta Pengendaliannya

Di dunia ini, hampir tidak ada tanaman yang bebas dari serangan hama dan penyakit. Begitu juga dengan tanaman aren. Karenanya, dibutuhkan langkah-langkah antisipasi dan langkah-langkah pengendalian terhadap serangan hama dan penyakit itu.
.
Hama.
Tanaman aren muda termasuk rentan terhadap serangan hewan pengerat, seperti tikus dan landak. Juga babi hutan dan monyet. Keempat hewan ini mengincar pupus (umbut) atau bakal daun muda aren yang lunak lembut dan rasanya manis. Bila umbut aren ini dimakan oleh tikus, landak atau babi hutan, maka alamatlah tanaman akan mati. Namun, jika yang menyerang adalah monyet, masih ada harapan tanaman akan tumbuh kembali. Karena biasanya monyet mencabut daun pucuk lalu melahapnya. Biasanya pucuk akan terubus atau tumbuh kembali. Namun tentu saja ini cukup memperlambat pertumbuhan tanaman. Sedangkan ketiga hama lainnya, memakan umbut aren itu dari pangkalnya. Tanaman pun musnah.
Kejadian yang sama juga terjadi pada pertanaman sawit, kelapa, pinang, kurma dan palma lainnya.
.
Langkah antisipasi dan pengendalian :
Pembuatan pagar keliling lahan.
Pembersihan lahan dari semak belukar.
Pembuatan parit gajah di sekeliling kebun.
Pemasangan umpan racun.
Pemasangan pengaman pangkal batang tanaman dengan kaleng atau botol bekas air mineral.
Pemasangan perangkap.
Penyisipan tanaman yang mati.
.
Hama lain.
Pada umur 1 tahun sampai dengan 4 tahun, tanaman aren terkadang diserang oleh kumbang penggerek pucuk. Kumbang melubangi pelepah aren hingga menembus sampai ke umbutnya. Di sana ia meletakkan telurnya yang kemudian berkembang menjadi pupa lalu menjadi kumbang kecil.
Biasanya, pada sarang telur kumbang itu terjadi pembusukan umbut, dan ini bisa menyebabkan kematian pada tanaman aren.
.
Pengendalian.
Pemasangan perangkap feromon.
Pemasangan perangkap jaring lampu.
Aplikasi insektisida sistemik slow release pada tiap pucuk tanaman.
.
Penyakit.
Sama seperti sawit dan pinang serta palma lainnya, penyakit yang perlu diwaspadai pada tanaman muda aren adalah penyakit karat daun, bercak daun dan hawar daun. Penyebabnya adalah jamur patogen.
.
Pengendalian.
Irigasi yang baik.
Aplikasi dolomit sejak awal.
Aplikasi pupuk phosphat sejak awal.
Aplikasi fungisida sistemik dan kontak pada tanaman yang terserang.
.
Untuk hama dan penyakit lain, belum ada yang kami temukan dalam jumlah yang signifikan di lapangan.

Demikian kami paparkan tentang hama dan penyakit pada tanaman aren, semoga dapat berguna.



Selasa, 24 Juli 2018

Beda Aren Genjah Dengan Aren Dalam dan Aren Tinggi

Aren, semua jenis, adalah tumbuhan endemik Asia Tenggara, termasuk Nusantara. Aren genjah, aren dalam dan aren tinggi secara alami tersebar di banyak provinsi di Indonesia. Namun daerah Kalimantan Timur menjadi dikenal sebagai daerah asal aren genjah, sebab Disbun provinsi itu yang pertama kali merilis aren genjah endemik Kaltim sebagai benih unggul nasional.

Aren dalam atau aren sadang yang baik berasal dari daerah Sulawesi Utara dan sekitarnya. Ada pun aren tinggi menyebar secara merata di hampir semua provinsi di Indonesia. 

Aren genjah, aren dalam dan aren tinggi, saat masih berbentuk biji dan bibit sulit dibedakan secara fisik. Perbedaan keduanya terlihat apabila sudah dewasa.

Aren genjah, tinggi batangnya dihitung dari titik tandan sadap pertama sekitar 4 sd 5 meter. Sedangkan aren dalam sekitar 6 sd 7 meter. Ada pun aren tinggi 8 sd 15 meter.
Pada ketiga jenis aren ini, sekitar satu setengah meter batang sebelah atas akan habis untuk tempat keluarnya tandan betina atau tandan buah penghasil kolang kaling, yang mana tandan ini jumlahnya antara 4 sd 7 tandan, rerata 5, dan jarang disadap orang karena dipercaya akan mempengaruhi hasil nira selanjutnya. Namun, ada juga jenis aren tinggi yang mengeluarkan tandan buah sampai dengan 11 tandan. 

Berdasarkan data dari Disbunkaltimprov, aren genjah mulai berproduksi atau mulai bisa disadap pada umur 5 tahun. Lamanya masa panen atau productive term aren genjah berkisar sekitar 5 sd 6 tahun. Dengan jumlah tandan sadap 10 sd 12 tandan. Hasil nira per batang per hari 7 sd 12 liter. Rendemen 12 sd 15 persen. Artinya, satu kilogram gula aren cetak berasal dari 6 sd 7 liter nira.

Ada pun masa mulai produksi aren dalam berkisar 7 sd 8 tahun. Dengan lamanya masa panen sekitar 7 sd 8 tahun juga. Atau dengan kata lain, pada umur 14 sd 16 tahu4n, ia akan memasuki masa non produktif. Jumlah tandan sadap aren dalam sebanyak 14 sd 18 tandan. 

Sedangkan masa mulai produksi aren tinggi atau aren hutan adalah 10 sd 12 tahun. Non produktif umur 20 sd 24 tahun, Jumlah tandan sadap 20 sd 26 tandan. 

Dalam hal produksi nira perbatang perhari, ketiga aren jenis, lebih kurang sama saja. Produksi harian tidak bergantung pada jenis aren, tetapi lebih kepada kesuburan tanah, perawatan, suhu udara (optimal di 14 sd 17 derajat C), ketinggian titik tanam (optimal di 800 sd 1400 mdpl), keahlian penyadap dan rejeki petaninya sendiri yang diberikan Tuhan.

Aren memang baik ditanam di dataran tinggi. Hasil niranya bisa 25 sd 60 liter perbatang perhari sadap. dengan kandungan gula terlarut sekitar 11 sd 13 brix. (Gula aren 85 brix).

Jika ditanam di dataran rendah yg berhawa panas, aren akan menghasilkan sekitar 7 sd 15 liter nira perbatang perhari sadap. 

Penyadapan dilakukan pada pagi dan sore hari, dengan hasil sekira 70 persen berasal dari hasil tetesan nira di malam hari. Rendemen nira di dataran rendah lebih tinggi. Antara 12 sd 14 brix, tergantung musim. Rendemen lebih rendah saat musim hujan dan mencapai titik puncak di pertengahan musim kemarau. Namun, di musim kemarau biasanya jumlah nira akan menyusut.

Rerata 1 kg gula aren berasal dari 6 sd 7 liter nira. Dan rerata, satu pohon aren sadapan memberikan 1 kg gula aren bagi penyadap dan pemasak niranya. Saat harga gula aren berkisar antara 15 sd 25 ribu rupiah, tanaman ini termasuk sangat baik untuk dikembangkan.

Lalu, jenis aren mana yang paling baik untuk dibudidayakan? 
Jika lahan anda seluas 1 ha atau lebih, kami sarankan menanam aren genjah. Sedangkan jika kurang dari 1 ha, maka lebih baik menanam aren dalam. Pertimbangannya adalah efisiensi dan produksi. Namun, tentu semua terpulang jua kepada masing-masing petani. Intinya, jika mau hasil yang lebih cepat, bisa menanam aren genjah. Sedangkan jika mau hasil yang lebih panjang, bisa memilih aren dalam.

Ada pun aren tinggi alias aren hutan, maka kami kurang merekomendasikan penanamannya untuk tujuan ekonomi. Karena masa tunggunya yang cukup lama, 10 sd 12 tahun. 

Patut dicatat juga, semua perkiraan di atas didapat apabila budidaya dilakukan dengan baik, dirawat dan dipupuk secara seimbang. Bila hanya model tanam lalu tinggal, maka capaian masa produksi bisa jadi lebih lama dan hasil juga bisa lebih sedikit. 

Ada pun cara budidaya aren yang baik telah kami uraikan di artikel lain di blog ini. 

Dan satu hal lagi, aren tidak termasuk dalam kategori 'tanaman angin surga' seperti tanaman jarak, gaharu, jati emas, cendana dll, yang harganya digembar gemborkan selangit tetapi yang mau membelinya secara real agak sulit dicari.
.
Sungguh, tidaklah sulit menjual gula merah, gula semut, kolang kaling dan ijuk. Pasarnya ada di depan mata Anda. Hanya mungkin Anda perlu sedikit lebih luas melihat. Jangan hanya sekedar memandang.

Salam tani Indonesia! Semoga sukses berjaya..!



Rabu, 06 Juni 2018

Jual Aneka Jenis Bibit Tanaman Unggul Murah di Sumatera Utara




=======================================================================


tags : jual, bibit, benih, tanaman, murah, unggul, berkualitas, bagus, di sumatera, sumatera utara, riau, aceh, jambi,  bengkulu, sumatera selatan, sumatera barat, lampung, Jakarta, banten, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, aren, enau, asam gelugur, asam potong, cengkeh, cengkih, coklat, kakao, duku Palembang, rambutan binjai, kelapa hibrida, kelapa genjah, kelapa dalam, jambu jamaika, jambu madu deli hijau, jambu citra jumbo, jambu kesuma merah, jambu black kingkong, jambu Kristal, kelengkeng pingpong, pinang betara, kelengkeng aroma durian, kelengkeng puangray, kedondong, manggis, mangga, tongdam, lokmay, harum manis, arumanis, pala, lada perdu, lada panjat, jeruk nipis, melinjo, singkong gajah, kecambah sawit, sawit, kelapa sawit, karet, rambung, kecambah aren,  sawo, durian, musang  king, bintana, montong, monthog, kani, chanee, alpukat, apokat, avocado, pokat, mentega, jumbo, miki, markus, jati, ketapang, sengon, jabon, hp/wa  081370008997

Sabtu, 20 Januari 2018

Tulisan-Tulisan Kami Tentang Aren Selanjutnya

Silahkan temukan tulisan-tulisan saya yang lain tentang aren dengan cara mencarinya lewat mesin pencari internet (browser) dengan kata kunci : bang pilot kompasiana aren. Saya adalah salah satu penulis terverifikasi di Kompasiana, sebuah blog milik Kompas Group.

Bagi yang ingin membeli bibit aren jenis genjah dan jenis dalam, bisa menghubungi saya di hp/wa 0813 7000 8997. 

Bibit aren tinggi 40 cm harga rp.4.000/batang.
Tinggi 70 cm harga rp.7.000/batang.
Harga sama untuk kedua jenis bibit aren. 
Juga tersedia aneka bibit tanaman lainnya. 
UKM.Tani Muda.
Lokasi di Dusun 3 Desa Petatal, Lima Puluh, Batubara, Sumut.
Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. 

Terima kasih. 



Senin, 17 April 2017

Analisa Dasar Hasil Usaha Bertanam Aren Satu Hektar

1 ha = 10.000 m2. 
Jarak tanam 5x6 = 30 m2=333 titik tanam.
Modal : Bibit 350 batang x Rp.10.000 = Rp.3.500.000.
Pembersihan lahan : borongan Rp.1.000.000.
Upah tanam dan sisip : 350 x Rp.3.000 = Rp.1.050.000.
Dolomit : 333 kg x Rp.600 = Rp.166.500.
Pupuk kandang : 1 ton Rp.600.000.
Angkut bibit, dolomit dan pukan ke lahan Rp.250.000.
Pupuk NPK Phonska 150 kg x 15 tahun x Rp.2.300 = Rp.5.175.000.
Pengendalian gulma 15 tahun x Rp.650.000 = Rp.9.750.000.
Pengendalian hama dan penyakit 15x 300.000 = Rp.4.500.000.
Biaya lain-lain Rp.2.000.000.
Jumlah : Rp.27.991.500.
Tanah dianggap milik sendiri.

Hasil :
Dijual buah aren Rp.25.000/tandan x 333 x 5 tandan sepohon = Rp.41.625.000.
Pembeli mengambil/memanjat sendiri
Dijual ijuk Rp.5.000/kg x 4 kg x 333 pohon = Rp.6.660.000.
Pembeli mengambil/memanjat sendiri.
Dijual gula aren dari hasil menyadap 166 batang aren setiap harinya (aren menyadapnya bergantian masa. karena tandannya keluar bergantian) = 166 kg x Rp.13.000 = Rp.2.158.000.
Upah sadap dan memasak nira plus kayu bakar = 50 persen dari hasil gula (bagi dua/cara tradisional di daerah kami), sisa Rp.1.079.000/hari.
Rp.1.79.000 x 30 hari x 12 bulan x 6 tahun (aren dalam) = Rp.2.330.640.000.
Dijual batang aren tua 333 batang x Rp.50.000 = Rp.16.650.000.
Jumlah hasil : Rp.3.261.735.000 (terbilang tiga miliar dua ratus enam puluh satu juta tujuh ratus tiga puluh lima ribu rupiah).
Hasil bersih selama 15 tahun Rp.2.347.290.000 – Rp.27.991.500 = Rp.2.319.298.500.
Hasil bersih perhari sejak mulai menanam hingga peremajaan = Rp. 2.319.298.500. : 15 tahun : 12 bulan : 30 hari = Rp.429.500
(dibulatkan).

Catatan :
Penanaman dilakukan secara monokultur.
Sebatang aren menghasilkan 7-8 liter nira = 1 kg gula/hari sadap.
Harga gula aren dihitung dengan harga terendah, yakni hanya rp.13.000/kg. 
Perhitungan di atas adalah perhitungan dasar, bukan merupakan patokan. 
Pengembangan selanjutnya tentu akan dibutuhkan. 
Analisa dasar ini bukanlah kebenaran absolut, namun dapat dijadikan referensi dalam usaha perhitungan budidaya aren.



Sabtu, 08 April 2017

Aren Dari A Sampai Z Dalam Foto




Biji aren untuk bibit




Profil kecambah aren 

Kecambah aren

Kecambah aren ditanam dalam polibag

Bibit aren umur 4 bulan

Bibit aren umur 8 bulan (sudah bisa ditanam)

Bibit aren siap kirim jarak dekat via darat

Bibit aren diangkut dengan mobil pribadi pembeli

Bibit aren untuk dikirim jarak jauh via udara

Bibit aren umur setahun

Bertanam aren di Baserah, Riau


Bertanam aren dengan peneduh sementara berupa rerumputan kering

Tanaman aren penulis di Petatal  umur 3 bulan setelah tanam

Tanaman aren umur setahun dengan pelindung lanjutan berupa tanaman singkong gajah

Tanaman aren umur setahun setengah


Aplikasi pukan setiap 6 bulan sekali. Makin banyak makin baik.

Tumpangsari dengan lada perdu


Tumpangsari dengan lada panjat

Pohon aren remaja di Bali

                                                                Pohon aren di Pedawa

Tanaman aren Pak Nasrullah S di Sumut

Tanaman aren Pak Lubis di Kotanopan, Sumut

                                                             Penyadap aren di pulau Jawa

Penyadap aren di Sumut

Memasak Nira Aren Menjadi Gula

Mencetak gula aren

Gula aren gelondongan


                                                                           Gula Semut Aren

                                                                Kolang Kaling Aren

                                                                   Produk Ijuk Aren

                                                                 Tepung sagu aren

Alkohol farmasi aren

                                                                        Ethanol biofuel Aren

Methanol industri aren

Para pendekar aren Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Aren Indonesia pusat. 
Dari kiri : Bapak Dian Kusumanto, Muhammad Isnaini (penulis)
Bapak Johan Bukit dan Bapak Andi Lukman. 



Kamis, 06 April 2017

Aren Itu Banci !

                                Bibit aren yang dikembangkan oleh penulis

Sebagaimana umumnya tumbuhan palma (kecuali kurma), maka aren (arenga pinnata-Merr) juga termasuk tumbuhan berumah satu, atau monoecious atau hermaprodit alias banci.

Jadi, tidak ada istilah aren jantan atau aren betina, seperti beberapa tumbuhan lainnya. Namun,  aren termasuk jenis tumbuhan yang bersifat hermaprodit protogini, dimana putik keluar duluan, sehingga tidak ada kemungkinan terjadinya penyerbukan sendiri. Biji aren sendiri bersifat apogami, lembaganya bisa tumbuh berkembang tanpa melalui proses penyerbukan. Meski demikian, untuk perbanyakan bahan tanam, sebaiknya dipilihkan dari biji yang berasal dari induk yang tumbuh bersama banyak pepohonan aren lainnya, sehingga besar kemungkinan terjadi penyerbukan.  Beberapa literatur menyebutkan bahwa pada kebanyakan biji pohon, yang diserbuki akan tumbuh lebih baik dari pada yang apogami. Namun hal ini tidak berlaku pada manggis, misalnya. Manggis dapat tumbuh sangat baik meski bijinya bersifat apogami. Karena bijinya tumbuh secara apogami, semua biji manggis itu jika berhasil ditumbuhkan hingga dewasa, akan menghasilkan buah. Semua manggis adalah betina, tidak ada yang jantan, kecuali terjadi kelainan genetika. 
Aren mula-mula tumbuh vegetatif, yakni tumbuh akar, batang dan daun.
Setelah ia merasa dirinya cukup dewasa, sekitar umur 7 tahun, maka aren akan mulai tumbuh generatif. Keluarlah tandan betina, berisi buah, yang biasa dibikin kolang-kaling. Keluarnya tandan betina itu dari celah pelepah paling atas. Lalu keluar tandan betina kedua, dari celah pelepah paling atas kedua. Begitulah seterusnya, makin lama makin ke bawah. Jumlah tandan buah betina ini antara 3 sd 7 tandan dan tenggat waktu keluarnya cukup rapat.
Sejak keluarnya tandan betina pertama, aren berhenti total tumbuh vegetatif. Artinya, aren tidak bertambah tinggi lagi, juga tidak keluar daun baru lagi. Karenanya, jangan sembarangan memotong pelepah daun aren. Minimal 12 pelepah harus tersisa dalam satu pohon. 
Setelah habis tandan betina, lalu keluarlah tandan jantan. Isinya adalah bunga, sebesar buah melinjo yang besar. Warnanya ada yang hijau ungu, kuning, atau ada juga yang warnanya  merah kehitaman. Jika pecah akan mengeluarkan serbuk sari yang sangat banyak, berwarna kuning kunyit.
Tandan jantan inilah yang biasa disadap orang untuk diambil niranya. Nira aren lalu diolah menjadi gula aren, gula semut, gula meja cair, minuman segar dingin (jus nira), alkohol, ethanol atau pun methanol.
Membudidayakan aren nyaris tidak mengenal istilah gagal, karena hampir setiap pohon aren pada waktunya akan mengeluarkan tandan betina dan tandan jantan. Memang terkadang ada juga pohon aren yang tidak mengeluarkan nira, tetapi itu jumlahnya tidak signifikan.

Dalam sedikit kasus, ditemukan pohon aren yang hanya menghasilkan tandan jantan, sehingga semua tandannya dapat disadap. Aren yang model begini di sebagian daerah dinamakan aren kelapa. Hal ini terjadi akibat kelainan genetika.Biasanya sifat gen jantan menjadi dominan sedangkan sifat gen betina menjadi resesif. Bila bisa dikembangkan secara kultur jaringan, maka aren kelapa atau aren wuk wuk ini adalah calon sumber eksplan yang baik. Namun aren kelapa ini memiliki kekurangan juga, yakni biasanya kadar gula niranya lebih rendah dari pada aren yang normal.




SANGAT PENTING : JAGA JARAK TANAM !

Dalam dunia pertanian, jarak tanam yang optimal itu sangatlah penting. Karena, jika kita menanam terlalu rapat, maka tanaman akan menderita,...